Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 08 Januari 2026

Dongkrak Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung–Jateng Teken Kerja Sama Senilai Rp 833 Miliar

Oleh Redaksi

Berita
Pemprov Lampung dan Pemprov Jawa Tengah pererat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis senilai Rp833 miliar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Selasa (6/1/2026). Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) resmi mempererat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis dengan nilai transaksi mencapai Rp833 miliar.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Selasa (6/1/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran.

Penguatan kolaborasi ini dituangkan dalam berbagai dokumen kerja sama, mulai dari Perjanjian Kerja Sama (PKS), Nota Kesepahaman (MoU), Letter of Intent (LoI), hingga pernyataan kemitraan. Kesepakatan tersebut melibatkan perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), asosiasi pengusaha, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.

Salah satu kerja sama strategis dilakukan di sektor pendidikan melalui penandatanganan PKS antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi, khususnya pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar lulusan lebih selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Di sektor industri dan perdagangan, kedua provinsi sepakat mendorong fasilitasi pengembangan usaha melalui kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung dan Jawa Tengah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jejaring ekonomi serta meningkatkan pertumbuhan antarwilayah.

Kerja sama juga dijalin di bidang energi. PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda) menandatangani Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan gas bumi serta pengembangan energi baru dan terbarukan.

Kolaborasi antarpelaku usaha diperkuat melalui penandatanganan MoU antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah dan HIPMI Lampung. Kerja sama ini diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta maritim, kelautan, dan perikanan.

Di sektor pariwisata, ASTINDO Lampung dan ASTINDO Jawa Tengah sepakat menjalin kerja sama pengembangan destinasi dan promosi wisata. Sementara itu, KADIN Jawa Tengah dan KADIN Lampung menandatangani Letter of Intent terkait perdagangan dan penyediaan berbagai komoditas unggulan, seperti gula, garam, kelapa, beras, kopi, singkong, buah-buahan, udang, sapi, hingga produk kerajinan.

Sejumlah BUMD dan perusahaan swasta dari kedua provinsi juga menjalin kemitraan rantai pasok untuk penyediaan bahan pangan dan bahan baku industri, meliputi gula, ubi kayu, tepung tapioka, hasil perkebunan, serta peternakan.

Dari seluruh penandatanganan MoU dan PKS tersebut, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp833 miliar. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi ekonomi regional, meningkatkan arus investasi, serta mendorong pemerataan pembangunan di kedua provinsi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan kesan positif sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat Lampung dan Jawa Tengah.

Menurut Mirzani, hubungan Lampung dan Jawa Tengah telah terjalin erat sejak lama, tidak hanya dalam konteks pemerintahan, tetapi juga secara sosial dan kultural. “Sejarah transmigrasi telah melahirkan generasi yang tumbuh di Lampung dengan tetap membawa nilai budaya Jawa yang berpadu dengan kearifan lokal setempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masing-masing daerah memiliki keunggulan strategis. Jawa Tengah dikenal kuat di sektor pangan, industri, dan sumber daya manusia, sementara Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatra dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan.

“Jika potensi ini disinergikan, hasilnya tentu jauh lebih optimal dibandingkan berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta membuka peluang investasi yang saling menguntungkan,” kata Mirzani.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemerintah daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi harus diperkuat melalui kerja sama lintas provinsi hingga ke tingkat daerah.

Luthfi juga mendorong model kerja sama antargubernur berbasis business to business (B to B) dengan memadukan potensi unggulan masing-masing daerah untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Provinsi Lampung untuk memperkuat konektivitas ekonomi dengan Jawa Tengah. Kapan pun dibutuhkan, kami siap membangun kerja sama yang lebih intensif demi kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi,” pungkasnya. (*)

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas, edisi Kamis 08 Januari 2026 dengan judul "Dongkrak Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung–Jateng Teken Kerja Sama Senilai 833 Miliar”

Editor Didik Tri Putra Jaya