Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 12 Februari 2026

Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Kredit UMKM Total 3 Miliar, Bunga 0 Persen

Oleh ADMIN

Berita
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan program pinjaman modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total anggaran mencapai Rp3 miliar dan bunga 0 persen.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan program pinjaman tanpa bunga tersebut terbuka bagi seluruh pelaku UMKM di Kota Tapis Berseri yang membutuhkan tambahan permodalan untuk mengembangkan usahanya.

“Sudah ada sekitar 200-an UMKM yang kita ajukan ke bank,” kata Eva Dwiana, Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, menjelaskan program pinjaman bunga 0 persen menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendukung permodalan pelaku UMKM.

“Pinjaman 0 persen ini terbuka untuk umum. Semua OPD yang membidangi UMKM juga kita arahkan agar jika ada pengajuan bantuan modal, diarahkan ke program ini,” ujar Riana.

Riana menyebutkan, khusus dari Dinas Koperasi dan UKM telah mengajukan sekitar 240 pelaku UMKM untuk mendapatkan fasilitas pinjaman tersebut. Namun, hingga saat ini baru sebagian kecil yang dinyatakan lolos verifikasi pihak perbankan.

“Yang sudah lolos dan bisa dicairkan itu sekitar 11 sampai 18 UMKM. Sisanya terkendala hasil pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau Klik OJK, serta ada juga yang terkendala perubahan alamat,” jelasnya.

Menurut Riana, salah satu kendala utama masih minimnya UMKM yang disetujui adalah persyaratan perbankan yang mengharuskan pemohon tidak memiliki pinjaman aktif di bank lain.

“Rata-rata pelaku UMKM ini sebelumnya sudah memiliki pinjaman, baik KUR maupun pinjaman di bank lain. Padahal dari sisi usaha sebenarnya tidak bermasalah,” ungkapnya.

Pemkot Bandar Lampung, lanjut Riana, menyiapkan dana sekitar Rp3 miliar untuk program pinjaman UMKM bunga 0 persen tersebut. Besaran pinjaman disesuaikan dengan kemampuan usaha dan kemampuan bayar masing-masing pelaku UMKM, dengan plafon maksimal mencapai Rp50 juta per usaha.

“Mekanismenya, UMKM mengajukan ke dinas dengan melengkapi persyaratan seperti KTP, NIB, dan NPWP. Setelah itu kita seleksi, kita pastikan usahanya benar-benar ada, bukan hanya berkas. Jika sudah lolos seleksi, baru kita ajukan ke bank,” paparnya.

Selain bantuan permodalan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pembinaan usaha, pembuatan NIB, pendampingan sertifikasi halal, hingga dukungan pemasaran digital.

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum paham digital. Jadi kita bantu langsung, bahkan kadang pembuatan NIB dan akun digital kita lakukan di tempat,” ujar Riana.

Ia berharap program pinjaman bunga 0 persen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha sehingga berdampak pada peningkatan produksi dan pendapatan pelaku UMKM.

“Harapannya pinjaman ini bisa menambah modal, meningkatkan kapasitas produksi, dan berdampak pada peningkatan keuntungan serta kesejahteraan pelaku UMKM,” pungkasnya. (*)

Editor Sigit Pamungkas