Berdikari.co, Pesisir Barat - Korban tenggelam yang sebelumnya dinyatakan hilang di kawasan Pantai Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, akhirnya ditemukan pada Selasa pagi (24/3/2026).
Korban diketahui bernama Muhammad Alfareza, yang sebelumnya dilaporkan terseret arus saat berenang bersama rekannya.
Informasi penemuan korban disampaikan langsung oleh Peratin (Kepala Desa) Pekon Mandiri Sejati melalui video. Dalam keterangannya, korban ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB setelah dilakukan upaya pencarian sejak hari sebelumnya.
Peratin Pekon Mandiri Sejati, Sahrudin menjelaskan, saat itu dirinya sedang berada di lokasi untuk berdoa ketika menerima laporan dari warga terkait adanya penemuan jasad korban di sekitar perairan Pantai Mandiri Sejati. Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti bersama tim yang berada di lokasi.
“Berdasarkan pemberitahuan dari warga, kami mendapatkan informasi bahwa korban telah ditemukan. Sekitar pukul 08.15 WIB, jasad korban berhasil ditemukan di wilayah Dusun Cukuh Balak, Mandiri Sejati,” ujar Peratin, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Setelah ditemukan, pihak pekon langsung berkoordinasi dengan tim Basarnas dan BPBD yang telah bersiaga di posko Mandiri Sejati. Proses evakuasi kemudian segera dilakukan untuk membawa jasad korban ke daratan.
Korban diketahui bernama Muhammad Alfareza, lahir pada 26 Februari 2009, warga Dusun Kali Pasir, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Ia merupakan satu dari tiga wisatawan yang terseret arus saat berenang di Pantai Mandiri pada Senin (23/3/2026).
Sebelumnya, dua rekan korban berhasil diselamatkan, sementara Alfareza dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Tim gabungan bersama masyarakat telah melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai sejak kejadian berlangsung.
Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, proses pencarian resmi dihentikan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di pantai, terutama saat kondisi ombak sedang tinggi guna menghindari kejadian serupa. (*)

berdikari









