Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melakukan rotasi terhadap lima pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kinerja pemerintahan. Pelantikan digelar pada Selasa (31/3/2026) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/919/VI.04/2026.
Selain pejabat eselon II, dalam kesempatan tersebut juga dilantik sejumlah pejabat administrator dan pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Lampung.
Rotasi ini menggeser sejumlah posisi strategis di organisasi perangkat daerah. Slamet Riadi yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi. Posisi Kepala Bapenda selanjutnya diisi oleh Saipul yang sebelumnya menjabat di dinas tersebut.
Sementara itu, Yanyan Ruchyansyah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kehutanan kini menempati posisi sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Jabatan Kepala Dinas Kehutanan kemudian diisi oleh Senen Mustakim yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Adapun posisi Kepala Badan Kesbangpol kini diisi oleh Achmad Saefullah yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli di bidang yang sama.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kelembagaan melalui penempatan aparatur sipil negara sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
"Proses ini bukan sekadar rutinitas dan formalitas belaka, tetapi langkah strategis untuk mendukung pencapaian arah pembangunan daerah. Kehadiran saudara-saudara di posisi yang baru ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama dalam mewujudkan visi Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas 2045," ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses evaluasi yang matang, mencakup aspek kompetensi, pengalaman, serta rekam jejak kinerja. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap pejabat mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Marindo juga menekankan pentingnya peran pejabat eselon II sebagai penggerak utama organisasi perangkat daerah. Ia meminta para pejabat tidak hanya fokus pada rutinitas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan respons cepat terhadap dinamika yang berkembang.
"Kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, saudara adalah pimpinan strategis pada perangkat daerah. Saya minta saudara tidak hanya bekerja pada tahapan manajerial rutin, tetapi juga mampu berpikir visioner, inovatif, dan responsif terhadap dinamika yang berkembang," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para pejabat menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar melaporkan persoalan. Selain itu, penting untuk membangun tim kerja yang solid dan memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Jadilah pemimpin yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar melaporkan persoalan. Bangun organisasi yang solid dan pastikan setiap program perangkat daerah berkontribusi nyata bagi kemajuan Lampung dan persiapan menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (*)

berdikari









