Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 10 April 2026

Infrastruktur Digenjot, Empat Ruas Jalan di Lampung Timur Mulai Dibenahi

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah memantau langsung groundbreaking ruas Jabung–Labuhan Maringgai. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengarahkan fokus pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2026 dengan target peningkatan kemantapan jalan hingga mendekati 100 persen. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui alokasi anggaran sebesar Rp49,5 miliar untuk penanganan empat ruas jalan provinsi.

Porsi terbesar anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan ruas Jabung–Labuhan Maringgai yang menjadi prioritas utama. Nilai proyek pada ruas ini mencapai sekitar Rp40 miliar dan bersumber dari dana pinjaman daerah.

Sementara itu, tiga ruas lainnya di wilayah Batanghari mendapatkan alokasi lebih kecil yang bersumber dari APBD, masing-masing sekitar Rp5 miliar, Rp3 miliar, dan Rp1,5 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa penanganan pada tiga ruas tersebut tidak memerlukan anggaran besar karena tingkat kerusakannya relatif ringan.

"Secara keseluruhan, kondisi kemantapan jalan provinsi di Lampung Timur sepanjang sekitar 135 kilometer telah mencapai 93 persen," kata Taufiqullah, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, ruas Jabung–Labuhan Maringgai menjadi pekerjaan prioritas karena masih menjadi titik lemah yang perlu segera dituntaskan.

"Kalau ruas ini selesai, insyaallah tingkat kemantapan jalan di Lampung Timur bisa mencapai 98 hingga 100 persen pada 2026," ujarnya.

Ruas tersebut memiliki panjang sekitar 23 kilometer dan dikerjakan dalam dua segmen konstruksi, yakni rigid (beton) dan fleksibel (aspal). Namun, sebagian besar penanganan menggunakan konstruksi aspal karena volume lalu lintas harian dinilai masih relatif rendah.

"Pekerjaan ruas ini telah dikontrak sejak 1 April 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp38,5 miliar. Sisa anggaran akan dimanfaatkan untuk penanganan tambahan pada ruas yang sama agar pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal," sambungnya.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan dengan lebar badan jalan 6 meter serta bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri. Seluruh material yang digunakan telah melalui pengujian laboratorium guna memastikan kualitas konstruksi sesuai standar teknis.

Berdasarkan data Dinas BMBK, total panjang jalan provinsi di Lampung Timur mencapai 134,93 kilometer yang tersebar di sembilan ruas. Dari jumlah tersebut, kondisi jalan dalam kategori baik mencapai 98,883 kilometer atau 95,85 persen, kondisi sedang 30,447 kilometer, rusak ringan 3,4 kilometer, dan rusak berat 2,2 kilometer.

Pada tahun 2026, terdapat empat paket pekerjaan dengan total panjang penanganan sekitar 6,20 kilometer. Satu paket telah terkontrak, sementara tiga paket lainnya masih dalam proses lelang.

"Pelaksanaan pekerjaan yang dimulai pada April ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan," jelasnya.

Dibandingkan daerah lain di Lampung, capaian kemantapan jalan di Lampung Timur tergolong tinggi. Sebagai perbandingan, Kabupaten Way Kanan yang memiliki panjang jalan 261 kilometer baru mencapai tingkat kemantapan sekitar 67 persen.

Dengan capaian saat ini yang telah menyentuh 93 persen, Lampung Timur ditargetkan mampu mencapai kondisi jalan mantap secara menyeluruh pada 2026. (*)

Editor Sigit Pamungkas