Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 22 April 2026

MinyaKita Langka, Dinas Pangan Bandar Lampung: Dialihkan ke Bantuan

Oleh Sri

Berita
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, saat diwawancarai awak media. Foto: Sri

Berdikari.co, Bandar Lampung - Dinas Pangan Kota Bandar Lampung angkat bicara terkait kelangkaan minyak goreng subsidi MinyaKita yang dikeluhkan pedagang di sejumlah pasar, termasuk Pasar Gintung. Pemerintah menyebut kondisi ini terjadi karena adanya pengalihan distribusi untuk program bantuan pangan nasional.

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, menjelaskan bahwa minyak goreng subsidi saat ini menjadi bagian dari paket bantuan pangan yang akan segera didistribusikan kepada masyarakat.

“Program bantuan pangan periode Februari–Maret akan dibagikan di awal Mei. Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan dua karung beras masing-masing 10 kilogram, jadi total 20 kilogram, ditambah MinyaKita sebanyak 4 liter dalam kemasan 2 liter,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Ichwan, tingginya kebutuhan untuk program bantuan tersebut berdampak pada pasokan MinyaKita di pasaran. Pasalnya, distribusi minyak goreng subsidi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan bantuan di seluruh Indonesia, termasuk di Lampung.

“Karena MinyaKita sedang didistribusikan untuk bantuan pangan, maka di pasar memang terjadi keterbatasan. Ini karena sebagian besar stok diserap untuk program tersebut,” ujarnya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.

Ia menambahkan, selain faktor pengalihan distribusi, kemungkinan juga terdapat kendala dari sisi penyaluran oleh Bulog. Namun demikian, pihaknya menekankan agar harga di tingkat pasar tetap sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.

“Kalau dari distribusi Bulog memang ada kendala atau pengalihan, kita tidak bisa berbuat banyak. Yang penting harga jangan sampai melanggar ketentuan,” tegasnya.

Ichwan juga mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan pangan tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 jumlah penerima sekitar 52 ribu keluarga, maka tahun ini meningkat menjadi 100.624 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Artinya meningkat hampir 100 persen. Tahun ini cakupan penerima juga diperluas berdasarkan desil kesejahteraan, dari sebelumnya hanya desil 1 sampai 3, sekarang hingga desil 5 dan 6 juga menerima,” jelasnya.

Sementara itu, di lapangan, pedagang mengeluhkan kosongnya stok MinyaKita selama satu bulan terakhir. Dodi, pedagang sembako di Pasar Gintung, mengaku tidak lagi mendapatkan pasokan dari supplier.

“MinyaKita sudah ada satu bulanan tidak ada. Kami juga kurang tahu penyebabnya karena ambil dari supplier,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ilham, pedagang lainnya, yang menyebut stok dari grosir juga kosong. Sebelum langka, MinyaKita dijual di kisaran Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per liter, mengikuti harga dari distributor.

Dengan kondisi ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara menggunakan alternatif minyak goreng lain, sembari menunggu distribusi MinyaKita kembali normal setelah penyaluran bantuan pangan selesai. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya