Berdikari.co, Bandar Lampung – Semangat persaudaraan dan pelestarian budaya Batak mengemuka dalam Gala Dinner dan Malam Keakraban Tokoh-Tokoh Masyarakat Batak Lampung yang digelar di Hotel Emersia, Jumat (22/5/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri ratusan tokoh lintas profesi itu menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat Batak sekaligus mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.
Ketua Umum Kerabat Lampung, Donald Harris Sihotang, menegaskan bahwa masyarakat Batak di Lampung harus terus menjaga kebersamaan, merawat budaya, serta memperkuat kontribusi di tengah masyarakat yang majemuk.
“Malam ini bukan sekadar makan malam bersama, tetapi ruang silaturahmi dan ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Batak di Provinsi Lampung,” ujar Donald dalam sambutannya.
Ia mengatakan, masyarakat Batak di Lampung berasal dari berbagai marga, latar belakang profesi, dan daerah asal berbeda, namun dipersatukan oleh semangat persaudaraan sebagai satu keluarga besar di tanah rantau.
Menurut Donald, budaya Batak tidak hanya identik dengan seremoni adat seperti ulos dan tortor, tetapi juga mengandung nilai karakter yang harus diwariskan kepada generasi muda, seperti kerja keras, gotong royong, saling menghormati, dan menjaga persatuan.
Ia juga menyinggung filosofi Dalihan Natolu yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Batak. Nilai tersebut, kata dia, mengajarkan keseimbangan hubungan sosial, penghormatan, kasih sayang, hingga tanggung jawab dalam kehidupan bersama.
“Di dalam budaya Batak juga ada semangat marsiadapari, yaitu budaya saling membantu dan saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Donald menyebut jumlah masyarakat Batak di Provinsi Lampung diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu jiwa yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Karena itu, ia berharap Kerabat Lampung dapat menjadi rumah besar bersama untuk memperkuat komunikasi dan menjaga nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
“Kita hidup, bekerja, dan membesarkan keluarga di Lampung. Karena itu masyarakat Batak harus ikut menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung turut mengapresiasi kontribusi masyarakat Batak terhadap pembangunan daerah. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, menyebut masyarakat Batak selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Lampung.
“Lampung bersyukur memiliki masyarakat Batak yang ikut memberi warna positif bagi pembangunan daerah, baik sebagai akademisi, pengusaha, ASN, tokoh agama, hingga pelaku UMKM,” kata Yanyan membacakan sambutan gubernur.
Menurutnya, nilai persaudaraan yang kuat dalam budaya Batak menjadi modal sosial penting di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis.
“Kalau ada yang berhasil ikut bangga bersama, kalau ada yang kesulitan ramai-ramai membantu. Nilai seperti ini sangat berharga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam XXI/Radin Inten Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi turut membagikan kisah inspiratif perjalanan hidupnya dari anak kampung di Lampung Utara hingga dipercaya menjadi jenderal bintang dua TNI AD.
“Dulu saya hanya anak kampung di Lampung Utara. Ayah saya wiraswasta dan ibu saya guru. Saya tidak pernah bermimpi bisa menjadi Mayor Jenderal,” kata Kristomei disambut tepuk tangan peserta.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan menjadi anggota TNI.
“Kalau ada yang menjamin bisa masuk TNI, itu bohong. Semua harus dipersiapkan sendiri, belajar sendiri, latihan sendiri, disiplin sendiri,” tegasnya.
Kristomei menilai keberhasilan hanya bisa diraih melalui disiplin, kerja keras, dan doa tanpa jalan pintas. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi media sosial yang kerap memunculkan narasi pesimisme terhadap Indonesia.
Pada kegiatan tersebut, pengurus Kerabat Lampung juga memberikan ulos kepada Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol Indra Napitupulu, perwakilan Gubernur Lampung Yanyan Ruchyansyah, serta Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli Aritonang.
Dalam tradisi Batak, ulos merupakan simbol penghormatan, kasih sayang, doa, perlindungan, dan harapan kebaikan bagi penerimanya.
Ketua Panitia, Haposan Mesak Hutagalung, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai profesi, mulai dari ASN, TNI, Polri, akademisi, dokter, pengusaha, hingga tokoh masyarakat Batak dari berbagai daerah di Lampung.
Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan jamuan makan malam, pertunjukan tortor, serta hiburan dari Buena Trio dan All Star Lampung. (*)

berdikari









