Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 22 Juni 2026

Bedah Buku Babad Alas, Wamendagri Bima Arya dan Bupati Egi Bahas Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh ADMIN

Berita
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026). Foto: Ist.

Berdikari.co, Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).

Seminar yang dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wamendagri Bima Arya Sugiarto, unsur Forkopimda, akademisi, dosen, dan mahasiswa itu menjadi wadah berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menghadirkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga peningkatan pelayanan publik.

Seminar menghadirkan sejumlah pengulas, di antaranya Feni Rosalia selaku Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta diikuti mahasiswa dan civitas akademika. Kegiatan dipandu oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola seluruh potensi yang dimiliki.

Egi menilai, buku Babad Alas memberikan banyak pelajaran mengenai tantangan, dinamika, serta proses pengambilan keputusan yang harus dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar," ujar Egi.

Ia juga mengajak mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari komitmen membangun pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diwujudkan melalui strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

"Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten," kata Bima.

Pada kesempatan itu, Bima Arya juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, khususnya dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.

Melalui seminar nasional tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan semangat kepemimpinan baru yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Editor Erik Handoko