Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 24 November 2021

Walikota Eva Usul UMK Bandar Lampung Naik Rp50 Ribu

Oleh Redaksi

52
Berita
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana usai membuka Kegiatan Pokjanal Posyandi di Aula Gedung Semergu.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengusulkan Upah Minimum Kota (UMK) Bandar Lampung tahun 2022 naik Rp50 ribu.

Setelah Pemprov Lampung menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 naik Rp8.484,61, menjadi Rp2.440.486,18, sejumlah kabupaten/kota mulai mengusulkan kenaikan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK).    

Di Bandar Lampung, Pemkot mengusulkan kenaikan UMK tahun 2022 sebesar Rp50 ribu menjadi Rp2.703.222. Sebelumnya, UMK Bandar Lampung sebesar Rp2.653.222.

“UMP naik Rp8 ribu, kalau kita (UMK) naik Rp50 ribu,” kata Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana usai membuka Kegiatan Pokjanal Posyandi di Aula Gedung Semergu, Selasa (23/11).

Eva Dwiana berharap, kenaikan UMK tahun 2022 dapat menyejahterakan pekerja dan buruh yang ada di Kota Tapis Berseri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung, Wan Abdurrahman, mengatakan hasil rapat penetapan UMK Bandar Lampung belum ditandatangani oleh Dewan Pengupahan. Masih ada rapat lanjutan untuk menetapkan kenaikan UMK tersebut.

“Belum seluruh komponen Dewan Pengupahan menandatanganinya. Jadi ada beberapa yang masih menunda, yaitu dari serikat pekerja yang masih merapatkan dengan induk organisasinya,” kata Wan Abdurrahman.

Ia melanjutkan, hasil pertemuan Dewan Pengupahan akan dilaporkan terlebih dahulu ke Walikota. Setelah itu akan ada pertemuan Walikota dan Dewan Pengupahan untuk kembali merumuskan kenaikan UMK.

“Insya Allah minggu ini kita akan rapatkan lagi, secepatnya. Makanya saya belum bisa katakan bahwa ini suatu hasil yang final,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, batas waktu penetapan UMK sampai akhir November 2021.  “Tapi pasti kenaikan UMK ini akan lebih besar dari UMP yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara Dewan Pengupahan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) merumuskan UMP tahun 2022 naik sebesar Rp10.136,63, atau 0,4  persen dibanding UMK tahun 2021.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupatan Lambar, Daman Nasir, mengatakan UMK tahun 2022 diusulkan menjadi Rp2.536.682,38. Sementara tahun 2021, UMKI Lambar Rp2.526.545,75.

“Besaran rencana kenaikan UMK itu dilakukan berdasarkan rumusan dari SK Gubernur. Dan angka tersebut diusulkan sehubungan adanya surat Menteri Ketenagakerjaan. Jika UMK disetujui Gubernur, akan diterbitkan SK dan langsung disosialisasikan kepada pelaku usaha dan pekerja,” jelasnya.

Sedangkan Pemerintah Kota Metro belum menetapkan besaran UMK tahun 2022, karena masih menunggu hasil rapat Dewan Pengupahan.

"Berapa besaran UMK belum ditetapkan. Karena besok kami baru akan melakukan rapat untuk membahas penetapan UMK bersama Dewan Pengupahan," kata Kabid Ketenagakerjaan Disnakertrans Kota Metro Melidarti Djayasinga, didampingi Kasi Pembinaan Hubungan Industrial, Kristanto Priyadi, Selasa (23/11).

Melidarti mengatakan, UMK Metro tahun 2022 kemungkinan akan mengalami kenaikan. Namun, besarannya tetap mengacu pada hasil rapat Dewan Pengupahan.

“Bagi kabupaten/kota yang pernah memiliki upah minimum, maka mekanismenya tidak boleh melebihi batas bawah dan atas. Pun perhitungannya tetap  menggunakan rumus penetapan upah minimum," jelas dia.

Ia melanjutkan, pihaknya tetap berupaya menaikan UMK tahun 2022, dengan tetap menyesuaikan kondisi yang berkembang. Saat ini UMK Metro sebesar Rp2.433.381,04. (Sumber : Kupastuntas.co)

Editor Sigit Pamungkas