Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 02 Desember 2021

2022, Ekonomi Lampung Diproyeksi Tumbuh 5,3 Persen

Oleh Siti Khoiriah

2
Berita
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, saat penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun anggaran 2022, di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (1/12/2021). Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Perekonomian Provinsi Lampung diproyeksikan tumbuh 4,3 hingga 5,3 persen pada tahun 2022. Target tersebut sejalan dengan keberhasilan pemerintah daerah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Proyeksi tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, saat menghadiri penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun anggaran 2022, serta rapat koordinasi tim pengendalian inflasi daerah (TPID) menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022, di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (1/12/2021).

Arinal mengatakan, keberhasilan pemerintah daerah mengendalikan pandemi Covid-19, menjadi faktor penting dalam menentukan akselerasi pemulihan ekonomi tahun 2022.

"Pada tahun 2022, pemerintah pusat memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tingkat 4,7 hingga 5,5 persen. Meski proyeksi perekonomian domestik membaik, tapi harus tetap waspada karena risiko ketidakpastian masih tinggi," jelas Arinal.

Menurutnya, pemerintah daerah harus bisa menggunakan daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun 2022 dengan baik. Sehingga, dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan semangat persatuan antara pemerintah pusat, daerah dan kabupaten/kota, harapannya kita bisa terus menjaga kesehatan bersama dan dapat mewujudkan perekonomian bisa bangkit kembali di tahun 2022 mendatang," ungkapnya.

Menurut Arinal, saat ini Pemprov Lampung dituntut untuk mempertahankan tingkat inflasi agar tetap terjaga pada titik keseimbangan. Perekonomian daerah pun tetap dapat tumbuh positif dan tetap menjaga supplay dan demand.

Arinal berharap, pada saat Natal dan tahun baru nanti tidak terjadi tekanan yang signifikan terhadap harga-harga, khususnya untuk bahan pokok di pasaran. Sehingga, inflasi akan tetap terjaga. Untuk itu, Pemprov Lampung berencana menggelar operasi pasar untuk menjaga tingkat inflasi.

Arinal mengajak kepada para kuasa pengguna anggaran (KPA) dan semua pihak yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan, agar dapat menjaga amanah dengan baik.

"Ada beberapa arahan bapak Presiden Joko Widodo pada penyerahan DIPA dan TKDD, bahwa tahun 2022 akan fokus melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap mempertahankan sektor kesehatan," kata dia.

Selanjutnya, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan. Serta peningkatan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas dan berdaya saing. Lalu melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.

"Serta yang tidak kalah penting adalah penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah, serta melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero base budgeting agar belanja lebih efisien," ujar Arinal.

Arinal berharap jajaran KPA dan kepala daerah di Provinsi Lampung dapat menggunakan DIPA dan TKDD 2022 dengan baik, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan menambahkan, pada tahun 2022 nanti, belanja daerah difokuskan kepada pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan.

"Fokus kita ada di pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan. Harapannya ekonomi kita yang semula anjlok karena pandemi, bisa kembali bangkit," kata dia.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dapat bangkit, ketika persebaran Covid-19 dapat ditekan dan masyarakat dapat terus konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.

"Intinya ketika kondisi Covid-19 sudah mulai terkendali maka perlahan ekonomi akan terus tumbuh. Hal tersebut karena pandemi akan berdampak pada pergerakan orang," ujarnya.

Terima Dana Transfer Rp29 Triliun

Sementara itu, Provinsi Lampung menerima aliran dana sebesar Rp29,34 triliun dari pemerintah pusat, melalui dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) tahun anggaran 2022.

Plt Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Ade Rohman, mengungkapkan Provinsi Lampung menerima alokasi sebesar Rp29,43 triliun yang diberikan dalam bentuk belanja kementerian atau lembaga serta dana transfer ke daerah.

"Provinsi Lampung menerima Rp29,43 triliun yang diberikan untuk belanja kementerian atau lembaga sebesar Rp8,36 triliun dan dana transfer ke daerah sebesar Rp21,07 triliun," kata Ade.

Ia mengatakan, alokasi dana transfer ke daerah sebesar Rp21,07 triliun tersebut terdiri dari dana bagi hasil (DBH) Rp670,9 miliar, dana alokasi umum (DAU) Rp12,02 triliun, dana alokasi khusus fisik Rp1,92 triliun, dana alokasi khusus non fisik Rp4,09 triliun, dana insentif daerah Rp43,97 miliar serta dana desa Rp2,32 triliun.

Sementara alokasi dana untuk kementerian dan lembaga yang mencapai Rp8,36 triliun itu, sekitar 28,40 persen dialokasikan kepada kementerian atau lembaga yang terdiri dari 468 satuan kerja dan disalurkan oleh 4 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung.

Ia mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera mempercepat proses serapan anggaran tahun 2022, guna menunjang pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan meningkat hingga 5 persen.

"Pemda bisa langsung melakukan serapan seperti mempercepat proses pengadaan barang dan jasa atau lelang. Penandatanganan kontrak itu bisa dilakukan segera setelah penerimaan DIPA dan tidak perlu menunggu Januari 2022," imbuhnya. (*)

Artikel ini sudah terbit di SKH Kupas Tuntas Edisi Cetak, Kamis (02/11/2021) dengan judul '2022, Ekonomi Lampung Diproyeksi Tumbuh 5,3 Persen'


Video KUPAS TV : TRADISI BERBURU KULINER TRADISONAL MASYARAKAT PRINGSEWU

Editor Didik Tri Putra Jaya