Logo

berdikari Nasional

Selasa, 10 Mei 2022

TNI AL Ungkap Penyelundupan 179 Kg Kokain di Perairan Selat Sunda

Oleh ADMIN

24
Berita
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono (ketiga kiri) bersama Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Agung Prasetiawan (kedua kiri), Pangkoarmada I Laksamana Madya TNI Arsyad Abdullah (kedua kanan) memberikan keterangan pers saat rilis penggagalan narkotika jenis kokain di Koarmada 1, Jakarta, Senin (9/5/2022) Foto: Ist (ANTARA).

Berdikari.co, Jakarta - Tim Satgas TNI Angkatan Laut (AL) mengungkap penyelundupan 179 kilogram narkoba jenis kokain di perairan Selat Sunda, sekitar Pelabuhan Merak, Banten. Harga 179 kg kokain itu diperkirakan mencapai Rp1,25 triliun.

"Tim satgas yang bertugas di perairan Selat Sunda di sekitar Pelabuhan Merak telah menemukan benda yang mengapung, dan mencurigakan berupa 4 buah bungkusan plastik hitam. Selanjutnya barang tersebut diangkut dibawa ke Lanal Banten untuk diadakan pemeriksaan selanjutnya, kemudian koordinasi dengan BNN Provinsi Banten, dugaan awal barang tersebut ternyata benar adalah narkotika jenis kokain sebesar 179 kg," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono saat konferensi pers, Senin (9/5).

Ahmadi mengatakan, narkotika itu ditemukan Satgas Minggu (8/5), sekitar pukul 12.30 WIB. "Asumsi harga menurut BNN sekitar Rp5 juta sampai dengan Rp7 juta per gram, maka nilai total perkiraan adalah Rp1,25 triliun. Selanjutnya barang tersebut akan dilaksanakan tes di laboratorium," jelas Ahmadi.

Menurutnya, kejadian ini adalah modus oknum menyelundupkan narkotika lewat perairan. Dia menduga si pelaku melempar barang tersebut dengan pelampung dan nantinya akan ada orang yang mengawasi dan mengambil barang tersebut hingga sampai ke perairan Indonesia.

"Ini adalah salah satu modus operandi cara memasukkan barang haram ke Indonesia, yaitu dengan cara melempar dengan pelampung di perairan dengan kemungkinan pertama adalah sudah ada orang yang akan ambil, jadi mungkin sekitar tersebut sudah ada perahu cepat atau orang-orang yang awasi pergerakan barang tersebut," paparnya.

Ahmadi mengatakan, TNI AL mengerahkan anggota selama arus mudik lebaran kemarin. Ada 5.000 prajurit TNI AL dan 40 KRI dikerahkan untuk mengamankan seluruh perairan, termasuk jalur mudik di pelabuhan.

Namun, BNN dan TNI AL masih belum mengetahui apakah kokain tersebut memang tergetnya peredarannya di Indonesia atau Indonesia hanya sebagai transit.

Ahmadi menduga si penyelundup sudah mempelajari karakteristik laut Indonesia. Jadi mereka bisa dengan mudah menyelundupkan barang haram tersebut.

"Mereka mempelajari karakteristik arus di suatu selat, kita bisa hitung dan ada datanya, di setiap perairan Indonesia ada pasang-surut. jam sekian dia akan keluar dan masuk dengan kecepatan sekian sehingga berdasarkan jam, posisi barang tersebut bisa diketahui, atau dengan alat bantu sinyal atau ada benda yang dipasang benda tersebut, sehingga posisinya bisa terdeteksi oleh kapal yang mengambil," ujarnya.

Ahmadi mengatakan penemuan narkotika jenis kokain dengan jumlah besar ini pertama bagi TNI AL. Karena itu, Ahmadi mengatakan TNI AL akan bekerja sama dengan BNN dan Polri guna mengusut kasus ini dan agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Terkait Tim Satgas yang menemukan kokain ini, Ahmadi menyebut mereka akan diberi penghargaan oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

Sementara itu, Kepala Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Kennedy, mengatakan saat ini pihak BNN masih mencari tahu asal kokain tersebut. Yang jelas, kata dia, kokain itu diduga berasal dari 3 sumber.

"Kami akan mengecek lebih lanjut di lab BNN pusat barang ini dari mana, karena kita tahu sumber barang heroin ini ada 3 sumber kokain atau heroin dari Golden Triangle Myanmar dan sekitarnya, dari Golden Crescent dari Irak dan Pakistan, dan ada Golden Peacock dari Amerika Latin. Nanti begitu cek di lab akan tahu barang ini dari mana," jelas Kennedy.

Kennedy juga mengatakan, setelah kokain diteliti, BNN akan melimpahkan kokain itu ke pengadilan. Jika pengadilan menetapkan agar barang tersebut dimusnahkan, BNN dan TNI AL akan memusnahkan barang haram tersebut.

Lebih lanjut, Kennedy menjelaskan BNN juga akan melacak apakah kokain ini akan dijual di Indonesia atau sekadar melewati perairan Indonesia. Dia memastikan BNN akan mencari tahu lebih lanjut.

"Kami sedang pelajari ini apa dipasarkan di Indonesia atau negara Indonesia sebagai transit, dan akan dialihkan ke negara lain kami akan tetap pelajari barang ini," pungkasnya. (Dtc)


Editor Qhasmal Qhadumi