Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 01 Juni 2022

Sudin Cecar Menteri Pertanian Terkait Asal Muasal Virus Penyakit Mulut dan Kuku

Oleh Siti Khoiriah

10
Berita
Screenshot video Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, saat rapat kerja bersama Kementerian Pertanian, yang diterima kupastuntas.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, mencecar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya untuk dapat mengungkapkan asal muasal virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak belakangan ini.

Sudin yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung tersebut mengungkapkan, mustahil pemerintah akan menemukan vaksin apabila asal usul virus PMK yang berkode Serotipe O tersebut belum diketahui.

"Saya ingin tahu, asalnya dari mana, apakah PMK dari India? Jujur saja. Ada yang bilang dari Jawa Timur melalui kapal nelayan masuk dari Malaysia. Ada yang bilang dari Aceh. Jawab saja. Bagaimana mau menemukan vaksin sementara asal muasalnya tidak tahu," kata Sudin, dalam keterangan video yang diterima kupastuntas.co, Rabu (1/6/2022).

Karena hal itu, Sudin juga meminta kepada Kementerian Pertanian untuk dapat terbuka terkait asal muasal PMK, guna mencarikan penyelesaian terbaik serta tidak saling menyalahkan antar pejabat eselon I.

"Kita saling terbuka dan saya tidak menyalahkan kementerian. Kita duduk bersama untuk mencari penyelesaian terbaik untuk negara. Nanti bilang karantina yang lalai, kita tidak mau akhirnya saling mengalahkan antar eselon I. Yang ingin bicarakan kita cepat selesaikan masalah ini," tegasnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengaku, pihaknya telah menurunkan tim guna melakukan pemeriksaan ke semua balai karantina untuk memastikan asal muasal PMK.

"Sampai hari ini kita belum bisa pastikan secara pasti virus tersebut masuk dari mana. Tetapi InsyaAllah dalam waktu yang sangat singkat," terangnya.

Ia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam mempersiapkan vaksin yang sebelumnya telah ditemukan pada tahun 1990 silam.

"Kami banyak berkonsentrasi untuk mempersiapkan vaksin. Dan vaksin ini pernah ditemukan ditahun 1990. Oleh karena itu dengan serotipe kita berharap uraian vaksin dibutuhkan," imbuhnya.

Sementara Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengatakan, pada tahun 2001 silam penyakit yang sama pernah ditemukan di India.

"Tahun 2001 emang pernah ditemukan di India. Tapi saat ini kami sedang lakukan investigasi. Sampai saat ini kami belum tahu asalnya dari mana," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV :  Kader dan Simpatisan DPD PDI Perjuangan Pecahkan Rekor Muri

Editor Didik Tri Putra Jaya