Logo

berdikari Nasional

Rabu, 24 Agustus 2022

Terlibat Kasus Ferdy Sambo, Kapolri Mutasi 24 Personel, Wadirkrimum-Tiga Kasubdit Polda Metro Jaya Dicopot

Oleh ADMIN

91
Berita
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Ist

Berdikari.co, Jakarta - Mabes Polri kembali mutasi 24 personel karena diduga terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) yang diotaki eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Mereka dimutasi ke bagian Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri.

Total sudah ada 34 personel polisi yang dimutasi ke Yanma Mabes Polri. Mutasi terbaru tertuang dalam TR Nomor: ST/1751/VIII/KEP./2022. Ke-24 personel Polri yang dimutasi tersebut terdiri atas 4 Komisaris Besar (Kombes), 5 Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), 2 Komisaris Polisi (Kompol), 4 Ajun Komisaris Polisi (AKP), 2 Inspektur Satu (Iptu), 1 orang Inspektur Dua (Ipda).

Selain itu, ada seorang Brigadir Polisi Kepala (Bripka), satu brigadir, dua orang Brigadir Polisi Satu (Briptu), dan dua orang Bhayangkara Dua (Bharada).

Mereka yang dimutasi dari Divpropam 10 personel, Bareskrim 2 personel, Korbrimob BKO Propam 2 personel, Polda Metro/Polres Jaksel 9 Personel, dan Polda Jateng BKO Propam 1 personel.

Salah satu personel yang dimutasi adalah AKBP Jerry Raymond Siagian yang dicopot dari jabatannya sebagai Wadirkrimum Polda Metro Jaya. Jerry pernah memimpin rapat di Polda Metro yang mendesak perlindungan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kemudian ada tiga personel yang dicopot dari jabatannya sebagai Kepala SubDirektorat (Kasubdit) di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Yakni, Kasubdit I, Kasubit III, dan Kasubdit V. Selain itu, ada juga 3 Kanit di Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang terkena mutasi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif, Kombes Budhi Herdi Susianto, juga dimutasi sebagai pamen Yanma Polri.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo membenarkan mutasi terhadap 24 personel Polri tersebut. “Ya benar. Mutasi ini tertuang dalam ST/1751/VIII/ KEP./2022,” kata Dedi, Selasa (23/8).

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, mengatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran akan segera menunjuk perwira untuk mengganti kekosongan jabatan di level Kasubdit tersebut.

"Tentunya Pak Kapolda akan menunjuk perwira lain yang akan menggantikan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut," ujarnya.

Zulpan mengatakan, penunjukan jabatan perwira menengah pangkat AKBP merupakan kewenangan Kapolda Metro, kecuali untuk jabatan wakil direktur ditunjuk langsung dari Mabes Polri.

"Pangkat AKBP ke bawah itu kewenangannya Kapolda, kecuali (jabatan) Wadir, itu Mabes yang menunjuk," imbuhnya.

Sementara Komnas HAM dan Komnas Perempuan telah bertemu dengan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Sabtu (20/8).

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengatakan pertemuan diwakili tim yang dibentuk oleh Komnas HAM bersama Komnas Perempuan. Komnas HAM akan bertemu dengan Komnas Perempuan untuk membicarakan hasil pertemuan.

"Nggak. Mereka (Komnas Perempuan) baru sampaikan tadi malam dari RDP, saya baru dapat laporan. Makanya saya mau minta Ketua Komnas Perempuan kemari," kata Taufan kepada wartawan, Selasa (23/8).

Menurutnya, kondisi Putri telah cukup stabil sehingga dapat diperiksa. Dia menyebut hasil pemeriksaan akan diuji kembali. 

"Kalau nggak sehat, mana bisa diperiksa. Yang penting dia bisa memberi keterangan. Setiap keterangan itu diuji lagi. Jadi satu keterangan itu belum bisa kita anggap final. Kita kasih ke penyidik," kata dia.

Namun, Taufan belum dapat menjelaskan lebih rinci hasil dari pemeriksaan. Dia mengajak semua pihak menunggu di persidangan.


"Nanti aja, dalam hal tertentu sudah lah kita sudah letih semua, kita tunggu di persidangan," ujarnya. (Dtc) 

Editor Sigit Pamungkas