Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 03 Oktober 2022

Ratusan Suporter Lampung Aksi Solidaritas Menyalakan Lilin

Oleh Andrius Martogi Pinem

9
Berita
Ratusan suporter Lampung menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (2/10) malam. Foto: Martogi/Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Ratusan suporter Lampung menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (2/10) malam, sebagai ungkapan duka cita atas meninggalnya 125 korban dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kerusuhan tersebut terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya yang berkesudahan 2-3 untuk kemenangan tim tamu, Persebaya.

Usai menyalakan lilin, para suporter kemudian menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Indonesia Pusaka. Aksi solidaritas tersebut mendapat pengawalan dari petugas Polsek Sukarame agar berjalan kondusif.

Koordinator aksi solidaritas, Wirio Saputra, mengatakan aksi solidaritas digelar sebagai wujud dari rasa bela sungkawa atas kejadian tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Kami dari Lampung mengucapkan rasa belasungkawa atas tragedi itu, dimana banyak temen-temen atau kerabat atau saudara kita yang meninggal akibat kejadian itu. Kejadian tragis itu bisa saya sebut sebagai sebuah miskomunikasi dan sangat merugikan dunia persepakbolaan Indonesia," ujarnya.

Wirio berharap, tragedi tersebut bisa menjadi sebuah evaluasi dan pembelajaran bagi dunia sepakbola Indonesia kedepannya agar lebih bagus dan baik lagi.

"Untuk suporter, pesan saya mari kita tunjukkan rasa Kebhinekaan Tunggal Ika sehingga tidak ada miskomunikasi yang seperti itu lagi," ucapnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang berasal dari Lampung dalam tragedi tersebut. "Alhamdulillah dari Lampung sampai saat ini tidak ada," ungkapnya.

Wirio juga memberikan saran kepada PSSI agar kedepannya jika ada laga besar yang digelar lebih baik tidak ada penonton. "Supaya tidak terjadi insiden seperti ini lagi," imbuhnya. (*)

 

Editor Sigit Pamungkas