Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 24 November 2022

Dinas PUPR Lambar Usulkan Rp 6 Miliar untuk Normalisasi Sungai Way Warkuk

Oleh Echa wahyudi

6
Berita
Tim dari BBWS Sumatera Vlll bersama DPUPR saat meninjau lokasi aliran sungai Way Warkuk, Kamis (24/11/2022). Foto: Echa/berdikari.co

Berdikari.co, Lampung Barat - Pasca peristiwa banjir yang terjadi pada 13 November 2022 lalu yang disebabkan aliran sungai Way Warkuk di Pekon (Desa) Buay Nyerupa, Kecamatan Sukau meluap hingga merendam puluhan rumah milik warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lambar usulkan Rp6 miliar untuk penanganan darurat.

Kepala DPUPR Lampung Barat, Ir. Ansari, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Alex Wijaya menyampaikan, usulan tersebut ditujukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Vlll, nilai anggaran yang diusulkan tersebut untuk penanganan darurat aliran sungai Way Warkuk sepanjang kurang lebih 2 Km.

"Penanganan yang dimaksud yaitu normalisasi sungai, pemasangan bronjong dan pembuatan tanggul," kata Alex, saat dikonfirmasi usai menghadiri peresmian Lamban Pancasila di lingkungan kantor pemerintahan Lambar, Kamis (24/11/2022).

Usulan tersebut lanjutnya, diajukan kepada BBWS Sumatera Vlll karena aliran sungai Way Warkuk tersebut sudah masuk daerah aliran sungai (DAS) milik BBWS Sumatera Vlll, sehingga yang berwenang untuk melakukan penanganan terhadap permasalahan aliran sungai yang berada di Kecamatan Sukau itu adalah pihak BBWS.

Alex melanjutkan, usulan yang disampaikan sudah diterima oleh pihak BBWS bahkan tim dari BBWS sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan terhadap lokasi usulan yang akan di lakukan penanganan secara darurat tersebut, sehingga besar harapan mereka agar apa yang telah di usulkan bisa terealisasi untuk menangani permasalahan sungai Way Warkuk tersebut.

"Tim dari BBWS bahkan sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, sehingga saat ini kita tinggal menunggu jawaban dari mereka apakah usulan kita tersebut bisa di Acc atau tidak, tetapi harapan kita tentu agar di acc mengingat perlunya penanganan darurat terhadap aliran sungai tersebut agar meminimalisir terjadinya luapan yang mengakibatkan banjir seperti beberapa waktu lalu," pungkasnya

Untuk diketahui, sejak beberapa bulan terakhir Kabupaten yang berjuluk tangguh bencana itu diterjang cuaca ekstrem, bahkan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi disejumlah wilayah terjadi bencana alam yang berdampak langsung terhadap pemukiman masyarakat seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang serta bencana alam lainnya.

Di Kecamatan Sukau misalnya, terdapat tiga titik bencana alam berupa banjir yaitu di Pemangku Uluhan, Pekon Lom dan Negeri Ratu. Kecamatan Lumbok Seminung  banjir terjadi di Pekon Lumbok dan Kagungan yang menggenangi sejumlah rumah.

Di Kecamatan Balikbukit, tanah longsor terjadi di wilayah Pemangku Limau Kunci, Pekon Padang Cahya. Dimana akses utama menuju wilayah setempat tertimbun longsor sepanjang sekitar 10 meter, tinggi 3 meter dan lebar 3 meter. 

Kecamatan Batubrak bencana banjir luapan sungai Way Semaka melanda pemukiman warga di Pekon Kerang, Kecamatan Batubrak, tepatnya di Pemangku I, 2 dan 3 akibat kejadian tersebut 10 rumah warga dan satu Masjid serta lima Hektar area persawahan yang baru ditanam padi terendam banjir setinggi sekitar 60 cm.

Di Kecamatan Belalau akibat luapan aliran Sungai Way Semaka banjir merendam lahan pertanian seluas puluhan hektare milik warga serta 10 gubuk diarea persawahan bahkan sempat ada warga yang terjebak kepungan banjir. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya