Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 25 November 2022

Kapolres Metro Ajak Tokoh Agama Jaga Kamtibmas dan Tangkal Kelompok Intoleran

Oleh Arby Pratama

63
Berita
Kapolres Metro, AKBP Yuni Iswandari Yuyun bersama jajarannya saat bersilaturahmi ke tokoh agama di IAIM NU dalam rangka menyampaikan pesan Kamtibmas dan menangkal Intoleransi. Foto: Arby/berdikari.co

Berdikari.co, Metro - Jajaran Kepolisian Resort Metro, Polda Lampung terus melakukan safari ke sejumlah tokoh agama (Toga) yang ada di Bumi Sai Wawai. Hal tersebut dilakukan guna menjamin kondusifitas pasca penangkapan sejumlah terduga teroris di Metro Utara dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Dari pantauan Berdikari.co, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun didampingi Kapolsek Metro Utara AKP Andrianus Widanarto serta jajarannya melakukan safari silaturahmi kesejumlah tokoh di kecamatan setempat.

AKBP Yuni Iswandari Yuyun mengungkapkan, kunjungan yang dilakukannya ke salah tokoh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Ma'arif NU Metro tersebut untuk memperkuat silaturahmi demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

"Tujuan adalah untuk memperat jalinan silaturahmi dengan para tokoh, termasuk tokoh agama dari NU yang ada di wilayah hukum Polres Metro, khususnya di Kecamatan Metro Utara," kata Kapolres saat bersilaturahmi di Ponpes Ma'arif di Jl. Bison, Kel. Purwosari, Kec. Metro Utara, Jum'at (25/11/2022).

Dalam silaturahmi tersebut, Kapolres mengajak, pengasuh Ponpes Ma'arif Metro hingga Rektor Institut Agama Islam Ma'arif (IAIM) NU Kota setempat untuk bersama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta menangkal hadirnya kelompok intoleran.

"Tadi kami meminta agar para tokoh seperti Dr. Mispani selaku Rektor IAIM NU Metro dan Ustadz Usman Ali selaku Pengasuh Ponpes Ma'arif NU Metro untuk ikut membantu menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan menangkal kelompok-kelompok intoleran," ungkapnya.

Rektor IAIM NU Metro Dr. Mispani menyambut baik kunjungan silaturahmi Jajaran Kepolisian Resort Metro, Polda Lampung. Pihaknya mengaku siap berkolaborasi menghadirkan situasi kamtibmas yang kondusif di Bumi Sai Wawai.

"Terimakasih atas kunjungan ibu Kapolres beserta seluruh jajarannya. Pada prinsipnya kami siap untuk mendukung upaya menciptakan kondusifitas di Metro dan menangkal kemunculan kelompok-kelompok intoleran," tandasnya. 

Diketahui, dari informasi yang dihimpun Berdikari.co, definisi Intoleransi beragama adalah suatu kondisi jika suatu kelompok misalnya masyarakat, kelompok agama, atau kelompok non-agama secara spesifik menolak untuk menoleransi praktik-praktik, para penganut, atau kepercayaan yang berlandaskan agama.

Dampak yang terjadi jika kelompok -kelompok intoleran tumbuh dan tidak tertangkal dengan baik dapat berakibat pada terjadinya konflik ras, antarsuku, atau agama. 

Selain itu, dapat juga terjadi kemunduran suatu bangsa dan negara, karena pemerintah sulit membangun kebijakan. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta menghambat usaha pembangunan dan pemerataan sarana prasarana.

Dari catatan Berdikari.co, sepanjang tahun 2021 hingga 2022 telah tercatat sebanyak tiga orang warga Kecamatan Metro Utara terpapar aktivitas terorisme jaringan Jamaah Islamiyyah (JI). 

Pada tahun 2021, Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan dua teroris masing-masing berinisial FR dan AA yang kini tengah menjalani masa hukuman di penjara.

Kemudian yang terbaru di tahun 2022, Densus kembali menangkap seorang terduga teroris yang merupakan warga Kecamatan Metro Utara berinisial TI. Pria tersebut diamankan di wilayah Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat. (*)

Editor Yugo Dwi Prasetio