Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 25 Januari 2023

Dites Urine Secara Acak, 51 Warga Binaan Lapas Kalianda Dinyatakan Negatif Narkoba

Oleh Handika

12
Berita
Petugas BNNK Lamsel melakukan tes urine kepada warga binaan dan pegawai Lapas Kelas IIA Kalianda. Rabu, (25/1/2023). Foto: Handika/berdikari.co

Berdikari.co, Lampung Selatan - Sejumlah 51 orang diambil sampel tes urine untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). 

Selain itu, petugas gabungan dari Lapas dan BNNK Lamsel merazia barang-barang yang ada didalam kamar hunian warga binaan.

Kalapas Kelas IIA Kalianda, Tetra Destorie mengatakan, razia dan tes urine adalah kegiatan yang rutin digelar pihak Lapas.

"Hari ini, kita bersama-sama dengan BNN Kabupaten Lampung Selatan seperti biasa melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti barang-barang terlarang dan tes urine acak," kata Tetra saat dimintai keterangan, Rabu (25/1/2023).

Tetra menuturkan, tujuan test urine untuk memastikan warga binaan dan pegawai Lapas Kalianda bersih dari barang-barang terlarang serta penyalahgunaan Narkoba.

"Itu salah satu tujuan dan komitmen Kami. Memang dari awal, untuk menjadikan Lapas Kalianda ini bersih dari Narkoba," tuturnya.


Ia berharap, warga binaan yang berada di dalam Lapas terjamin hidup secara sehat dan mengikuti ketentuan peraturan yang ada.

Tercatat, sejumlah 51 sampel diambil tes urine terdiri dari 41 warga binaan ditambah 10 pegawai Lapas yang dipilih secara acak.

"Semuanya diambil oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan, mereka yang menentukan sendiri samplingnya dan alhamdulillah informasi sementara adalah hasilnya negatif," tegas Tetra.

Tetra berkomitmen agar Lapas Kelas IIA Kalianda terbebas dan bersih dari penyalahgunaan Narkoba, serta didukung kegiatan internal yakni razia rutin dan tes urine mandiri seminggu sekali.

"Razia dan sampel tes urine, rutin dilaksanakan dengan BNNK per 3 bulan dan seminggu sekali secara internal," pungkasnya. (*) 

Editor Yugo Dwi Prasetio