Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Selasa, 05 Desember 2023

Way Semaka di Lambar Meluap, Puluhan Hektar Sawah 5 Desa Tergenang

Oleh ADMIN

Berita
Seorang petani hanya bisa menatap lesu pada sawahnya yang terendam banjir. Foto: Ist

Berdikari.co, Lampung Barat - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) selama seminggu terakhir mengakibatkan Sungai Way Semaka meluap. Dampaknya, luapan air menggenangi lima pekon (desa) di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Di Kecamatan Suoh ada tiga pekon tergenang banjir yaitu Pekon Tuguratu, Ringinsari dan Sumber Agung. Sedangkan di Kecamatan BNS ada dua pekon tergenang air yaitu Pekon Srimulyo dan Tanjungsari.

Eko, warga Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, mengatakan, banjir menggenangi puluhan hektar sawah milik warga setempat. "Sudah sekitar satu minggu ini sawah di sini terendam banjir karena intensitas hujan sudah mulai tinggi,” katanya, Senin (4/12/2023).

Eko mengatakan, para petani yang tanaman padinya kebanjiran tidak bisa berbuat banyak. Padi yang telah ditanam dikhawatirkan akan mati. "Banyak benih padi yang mengalami busuk sehingga petani harus menunda musim tanam kali ini,” ujarnya.

Camat Suoh, Davet Jakson mengungkapkan, banjir menggenangi areal persawahan di tiga pekon yakni Pekon Tuguratu, Ringinsari dan Sumber Agung.

"Di Pekon Tuguratu lahan sawah yang terendam ada sekitar 20 hektar. Kemudian di Pekon Sumber Agung dan Ringinsari hanya beberapa spot-spot saja namun luasnya sekitar 10  hektar," kata Davet, Senin (4/12/2023).

Ia mengatakan, saat ini sejumlah sedang mempertimbangkan menunda tanam padi karena khawatir akan ikut kebanjiran. Namun, sebagian petani sudah tanam padi dan kini sawahnya tergenang banjir.

Davet menjelaskan, banyak resiko yang dihadapi para petani apabila tetap nekat melakukan tanam padi. Apabila dipaksakan sawah bisa terendam banjir dan benih yang sudah ditanam pasti akan terendam dan mati.

“Banjir yang kerap terjadi di sini disebabkan luapan air dari Sungai Way Semaka dan sejumlah sungai kecil lainnya. Jika intensitas hujan tinggi dengan durasi lama tidak jarang banjir naik ke pemukiman,” ujarnya.

Sementara, Camat Bandar Negeri Suoh, Mandala Harto mengatakan, ada dua pekon di wilayahnya tergenang banjir yaitu Pekon Srimulyo seluas 46 hektar dan Tanjungsari 25 hektar.

“Puluhan hektar areal persawahan terendam banjir ada sebagian yang sudah ditanami padi namun masih banyak yang baru mau tanam,” katanya.

Ia mengaku, belum mengetahui secara pasti berapa total luas lahan pertanian yang tergenang banjir. Ada beberapa pekon lain di BNS yang juga terendam banjir dan kini sedang didata.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena bencana banjir masih akan terjadi sewaktu-waktu kedepannya.

Sementara itu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lambar akan memprioritaskan berikan bantuan kepada para petani terdampak banjir yang mengalami gagal tanam.

Kepala DTPH Lambar, Natadjudin Amran mengatakan, banjir di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh memang sudah sering terjadi saat musim hujan.

Pihaknya sudah menurunkan tim untuk meninjau dan melakukan pendataan dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Suoh dan BNS. "Tim di lapangan lagi mendata, sampai saat ini laporan belum masuk termasuk tingkat kerusakannya," kata Nata. (*) 

Editor Sigit Pamungkas