Berdikari.co, Lampung
Barat - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Barat
(Lambar) selama seminggu terakhir mengakibatkan Sungai Way Semaka meluap.
Dampaknya, luapan air menggenangi lima pekon (desa) di Kecamatan Suoh dan
Bandar Negeri Suoh (BNS).
Di Kecamatan Suoh ada
tiga pekon tergenang banjir yaitu Pekon Tuguratu, Ringinsari dan Sumber Agung.
Sedangkan di Kecamatan BNS ada dua pekon tergenang air yaitu Pekon Srimulyo dan
Tanjungsari.
Eko, warga Pekon
Sumber Agung, Kecamatan Suoh, mengatakan, banjir menggenangi puluhan hektar
sawah milik warga setempat. "Sudah sekitar satu minggu ini sawah di sini
terendam banjir karena intensitas hujan sudah mulai tinggi,” katanya, Senin
(4/12/2023).
Eko mengatakan, para
petani yang tanaman padinya kebanjiran tidak bisa berbuat banyak. Padi yang
telah ditanam dikhawatirkan akan mati. "Banyak benih padi yang mengalami
busuk sehingga petani harus menunda musim tanam kali ini,” ujarnya.
Camat Suoh, Davet
Jakson mengungkapkan, banjir menggenangi areal persawahan di tiga pekon yakni
Pekon Tuguratu, Ringinsari dan Sumber Agung.
"Di Pekon
Tuguratu lahan sawah yang terendam ada sekitar 20 hektar. Kemudian di Pekon
Sumber Agung dan Ringinsari hanya beberapa spot-spot saja namun luasnya sekitar
10 hektar," kata Davet, Senin (4/12/2023).
Ia mengatakan, saat
ini sejumlah sedang mempertimbangkan menunda tanam padi karena khawatir akan
ikut kebanjiran. Namun, sebagian petani sudah tanam padi dan kini sawahnya
tergenang banjir.
Davet menjelaskan,
banyak resiko yang dihadapi para petani apabila tetap nekat melakukan tanam
padi. Apabila dipaksakan sawah bisa terendam banjir dan benih yang sudah
ditanam pasti akan terendam dan mati.
“Banjir yang kerap
terjadi di sini disebabkan luapan air dari Sungai Way Semaka dan sejumlah
sungai kecil lainnya. Jika intensitas hujan tinggi dengan durasi lama tidak
jarang banjir naik ke pemukiman,” ujarnya.
Sementara, Camat
Bandar Negeri Suoh, Mandala Harto mengatakan, ada dua pekon di wilayahnya
tergenang banjir yaitu Pekon Srimulyo seluas 46 hektar dan Tanjungsari 25 hektar.
“Puluhan hektar areal
persawahan terendam banjir ada sebagian yang sudah ditanami padi namun masih
banyak yang baru mau tanam,” katanya.
Ia mengaku, belum
mengetahui secara pasti berapa total luas lahan pertanian yang tergenang
banjir. Ada beberapa pekon lain di BNS yang juga terendam banjir dan kini
sedang didata.
Ia mengimbau kepada
masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena bencana banjir masih akan
terjadi sewaktu-waktu kedepannya.
Sementara itu Dinas
Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lambar akan memprioritaskan berikan
bantuan kepada para petani terdampak banjir yang mengalami gagal tanam.
Kepala DTPH Lambar,
Natadjudin Amran mengatakan, banjir di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh
memang sudah sering terjadi saat musim hujan.
Pihaknya sudah
menurunkan tim untuk meninjau dan melakukan pendataan dampak banjir yang
terjadi di Kecamatan Suoh dan BNS. "Tim di lapangan lagi mendata, sampai
saat ini laporan belum masuk termasuk tingkat kerusakannya," kata Nata.
(*)

berdikari









