Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 17 Januari 2024

Produksi Kopi Robusta di Lambar Turun 2.729 Ton

Oleh ADMIN

Berita
Ilustrasi

Berdikari.co, Bandar Lampung - Produksi kopi robusta di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun 2023 mengalami penurunan drastis sebanyak 2.729 ton. Tahun 2023, produksi kopi robusta di Lambar sebanyak 53.325,8 ton. Sedangkan tahun 2022 jauh lebih banyak yakni 56.054 ton.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar, Yudha Setiawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Sumarlin mengatakan, pada tahun 2022 lalu produksi kopi robusta mencapai 56.054 ton. Dan pada tahun 2023 turun menjadi 53.325,8 ton

"Produksi kopi robusta tahun 2023 per hektar sebanyak 1.046,1 kilogram. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2022 yang rata-rata bisa mencapai 1.123 kilogram per hektar," kata Sumarlin, Selasa (16/1/2024).

Meskipun produksi menurun, para petani kopi di Lambar terbantu dengan harga jual di pasaran yang cukup tinggi. Saat ini harga kopi mencapai Rp 40 ribu per kilogram untuk jenis asalan dan bisa lebih tinggi untuk kopi kualitas premium.

"Karena memang biasanya ketika produksi mulai turun maka harga cenderung naik, jadi para petani masih terbantu. Itu sudah menjadi hukum pasar ketika stok banyak harga turun dan ketika stok sedikit harga naik," jelasnya.

Sumarlin menerangkan, saat ini Lambar memiliki luasan lahan kopi 54.104 hektar. Namun yang menghasilkan kopi hanya 49.563 hektar. Dan idealnya dalam satu hektar bisa ditanami 2.000-2.500 batang kopi.

Meskipun tahun 2023 mengalami penurunan, pihaknya memprediksi produksi kopi tahun 2024 akan mengalami kenaikan sebesar 13-30 persen.

"Karena kita melihat dari pembungaannya yang bagus setelah musim kemarau panjang yang melanda kemarin. Sehingga kemungkinan akan terjadi kenaikan hasil produksi dari tahun sebelumnya. Kita tentu berharap hal itu terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu faktor penyebab turunnya produksi kopi adalah adanya hama kutu putih yang menyerang tanaman kopi.

Sumarlin menjelaskan, hama kutu putih menyerang dan merusak ranting-ranting batang kopi, kemudian menjalar ke bagian ranting lain. Munculnya hama kutu putih merupakan dampak fenomena El Nino yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Para petani harus waspada terhadap hama kutu putih ini, karena sudah mulai menyerang tanaman kopi para petani yang secara langsung akan berdampak terhadap produktivitas kopi di tahun 2024 mendatang jika tidak segera diatasi," paparnya.

Ia melanjutkan, hama kutu putih menyerang tanaman kopi para petani sejak beberapa bulan terakhir. Saat ini ada sekitar 5 hingga 10 persen tanaman kopi di Lambar terserang hama kutu putih ini.

Hama kutu putih biasanya juga menyebar melalui tanaman tumpang sari yang ditanam di dekat tanaman kopi warga seperti tanaman cabai. Hama kutu putih sangat cepat menular ke tanaman lain.

Ia mengimbau kepada para petani yang tanaman kopinya terdampak hama kutu putih segera melapor ke Disbunnak Lambar agar bisa segera dilakukan penanganan.

“Kami juga akan membuat laporan ke Pemerintah Provinsi Lampung dan kementerian. Kami berharap permasalahan ini bisa kita antisipasi sejak dini untuk membantu para petani yang terdampak," pungkasnya. (*) 

 

Editor Sigit Pamungkas