Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Selasa, 30 Januari 2024

100 Hektar Tanaman Padi Alami Puso, Pemprov Lampung Beri Bantuan Benih Padi

Oleh Redaksi

Berita
ilustrasi

Berdikari.co, Bandar Lampung - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung mencatat, tanaman padi seluas 700 hektar di Kabupaten Mesuji terendam banjir pada 21 Januari 2024 lalu. Dan 100 hektar diantaranya mengalami puso atau gagal panen.

"Banjir di Mesuji kemarin itu kurang lebih ada 700 hektar lahan sawah yang terendam air, dan ini belum tentu semua puso. Untuk yang jelas puso itu sekitar 100 hektar lebih," kata Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, Senin (29/1/2024).

Bani mengatakan, untuk lahan sawah yang mengalami puso akibat banjir tersebut, pihaknya akan memberikan bantuan benih padi yang berasal dari cadangan benih daerah (CBD).

"Kalau tanaman padi terendam banjir lebih dari sembilan hari itu sudah pasti puso. Dan kita akan ganti dengan cadangan benih daerah. Tapi sekarang lahannya dikeringkan dulu dan tinggal tunggu olah lahan," jelasnya.

Bani mengungkapkan, banjir yang merendam areal persawahan di wilayah Mesuji disebabkan terganggunya saluran primer sungai Wiralaga sehingga air meluap ke persawahan.

"Banjir ini terjadi karena saluran primernya tertutup lumpur dan ada tanaman liar yang tumbuh. Sehingga ini menutupi jalur air, dan ketika hujan lebat air tidak lancar dan akhirnya meluap ke persawahan," jelasnya.

Bani menerangkan, pihaknya sudah mengirimkan alat berat berupa eskavator untuk melakukan pengerukan terhadap sedimen yang berada di salurkan air tersebut.

"Kemarin kita sudah kirim eskavator ke sana (Mesuji), dan itu sudah bekerja untuk mengeruk sedimennya. Jadi sekitar 2 kilometer yang kita keruk," imbuhnya.

Bani mengungkapkan, saat ini kondisi banjir yang merendam areal persawahan di Mesuji sudah mulai surut dan siap untuk dilakukan penanaman kembali.

"Sekarang ini kondisinya sudah mulai normal dan air sudah surut. Setelah itu kita akan ganti benih padi untuk tanam baru. Jadi ada bantuan benih dari cadangan benih daerah nanti kita alokasikan ke sana," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Mesuji, Halwan mengatakan, terdapat 1.872 hektar sawah tergenang luapan air akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir.

“Kurang lebih ada 1.872 hektar sawah yang terkena dampak banjir,” kata Halwan, Minggu (21/1/2024). Sawah terendam banjir tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Simpang Pematang meliputi Desa Harapan Jaya, Jaya Sakti, Wira Bangun dan Bangun Mulyo.

Lalu, Kecamatan Mesuji meliputi Desa Sido Mulyo, Sungai Badak dan Wiralaga I. Serta Kecamatan Rawajitu Utara meliputi Desa Sungai Sidang, Way Puji dan Panggung Jaya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat, ada dua kabupaten yang memiliki potensi bencana banjir kategori tinggi yaitu Way Kanan dan Tulangbawang Barat (Tubaba).

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Soegiarto mengatakan, mengacu pada Kawasan Rawan Bencana (KRB), ada dua daerah yang memiliki potensi bencana banjir kategori tinggi yakni Kabupaten Way Kanan dan Tulangbawang Barat.

"Berdasarkan KRB, potensi banjir tinggi ada di Kabupaten Way Kanan dan Tubaba. Sedangkan sisanya ada 13 kabupaten/kota yang memiliki potensi banjir sedang," kata Rudy, Senin (15/1/2024).

Namun, Rudy mengingatkan semua kabupaten/kota di Lampung harus tetap mewaspadai adanya bencana alam hidrometeorologi mulai dari bencana banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.

"Semua kabupaten dan kota kita koordinasikan terkait adanya ancaman hidrometeorologi. Jadi semua tetap harus waspada dengan adanya peralihan musim ini," paparnya. (*)

Editor Yugo Dwi Prasetyo