Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 13 Maret 2024

Warga Suoh Lambar Diserang Harimau, Kantor TNBBS Dibakar

Oleh Redaksi

Berita
Massa membakar Kantor Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) hingga rata dengan tanah, pada Senin (11/3/2024) sore. Hal itu terjadi pasca seorang warga diserang Harimau Sumatera. Foto: Echa/berdikari.co

Berdikari.co, Lampung Barat - Seorang warga di Pekon (Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat (Lambar), Samanan kembali menjadi korban serangan Harimau Sumatera. Beruntung, korban bisa selamat meskipun mengalami luka-luka parah.

Kejadian tersebut langsung memicu kemarahan warga setempat. Masyarakat kesal karena hingga kini petugas belum bisa menangkap Harimau. Kekesalan warga diluapkan dengan merusak dan membakar Kantor Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) hingga rata dengan tanah, pada Senin (11/3/2024) sore.

Pembina Satgas Satwa Lembah Suoh, Sugeng mengatakan, pada Senin (11/3/2024) sekitar pukul 15.00 WIB, korban Samanan bersama kakaknya sedang melakukan aktivitas di kebun di Pemangku Cibitung.

“Saat itulah tiba-tiba muncul seekor Harimau dan langsung menyerang korban dari belakang hingga melukai bagian kepala dekat pelipis mata sampai dengan bagian kepala belakang hingga mengalami luka robek sedalam 30 cm," kata Sugeng, Senin (11/3/2024).

Dalam keadaan terdesak, korban masih sempat melakukan perlawanan hingga membuat Harimau kabur. Setelah itu, korban berteriak minta tolong kepada kakaknya yang berada tidak jauh dari lokasi korban.

“Melihat kondisi korban yang sudah bersimbah darah, lalu kakak korban langsung membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan," jelasnya.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Alimudin Umar untuk menjalani perawatan lebih intensif akibat luka yang dialaminya cukup parah.

Kabar kejadian Salmanan diserang Harimau langsung tersebar dengan cepat di kalangan masyarakat setempat. Ratusan warga dari Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) dan Suoh yang sudah berkumpul lalu mendatangi Kantor Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).  

Kedatangan warga hendak mempertanyakan kepada petugas TNBBS terkait perkembangan penangkapan Harimau yang sudah meresahkan itu. Namun, di kantor tersebut tidak ditemukan satu petugas pun. Warga yang kecewa langsung merusak dan membakar kantor tersebut hingga rata dengan tanah.

Dalam orasinya, warga memberikan tenggang waktu selama lima hari kepada pihak terkait untuk menangkap Harimau tersebut dalam keadaan hidup ataupun mati.

"Jika tidak bisa menangkap Harimau, jangan salahkan jika warga bergerak sendiri untuk membunuhnya. Kepada pihak kepolisian jangan pernah tersangkakan masyarakat yang bertindak menangkap harimau tersebut hidup atau mati," kata seorang warga.

Sementara itu, Kapolres Lampung Barat, AKBP Ryky Widya Muharam mempersilahkan masyarakat mengambil langkah tegas terhadap Harimau Sumatera itu apabila sudah mengancam keselamatan warga.

Kapolres juga menyesalkan terjadinya insiden pengrusakan dan pembakaran Kantor Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) Resort Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

“Saya merasa prihatin dan sangat menyayangkan atas kejadian pengrusakan resort kantor balai TNBBS yang seharusnya tidak dilakukan. Seharusnya masyarakat bisa menyelesaikan persoalan ini dengan kondusif,” kata Kapolres saat mediasi warga.

Kapolres mengatakan, Polres dan Kodim 0422 Lambar bersama tim terkait telah berupaya membentuk satgas dan tim untuk memburu binatang buas itu.

“Saya minta kepada para peratin (kepala desa) agar mengkondusifkan warganya agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya,” ujarnya.

"Kita sama-sama berusaha mencari binatang buas tersebut supaya situasi cepat kondusif. Tetapi jika memang dalam keadaan mengancam jiwa manusia, silahkan untuk dilakukan tindakan represif terhadap harimau tersebut," lanjutnya.

Ryky mengimbau kepada masyarakat agar tidak berbuat anarkis dan tidak saling menyalahkan atas apa yang menimpa korban. 

"Kita sama sama berupaya sekuat tenaga untuk menangani konflik Harimau dengan manusia ini," ungkapnya. (*)

Editor Yugo Dwi Prasetyo