Berdikari.co, Bandar Lampung - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Disparekraf) Provinsi Lampung telah mengirimkan surat edaran ke pengelola
wisata se-Lampung untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan wisatawan saat
libur Lebaran 2025.
Disparekraf Lampung memprediksi kunjungan wisatawan domestik ke
Lampung pada saat libur lebaran 2025 bisa mencapai angka 3 juta orang.
Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan berdasarkan
survei secara nasional jumlah orang yang akan melakukan perjalanan mudik
mencapai 146,48 juta orang.
"Secara nasional pergerakan orang saat lebaran ini sebanyak 146,48
juta, dan itu sekitar 52 persen dari jumlah penduduk Indonesia," kata
Bobby, Selasa (25/3/2025).
Adapun daerah yang menjadi tujuan utama pemudik adalah Jawa Tengah, Jawa
Timur dan Jawa Barat. Sementara Provinsi Lampung menjadi daerah kedua terbesar
di luar Pulau Jawa dan Bali yang menjadi tujuan pemudik.
Bobby mengatakan, untuk pergerakan pemudik di Provinsi Lampung diprediksi
mencapai 6,5 juta orang, dan dari jumlah itu sekitar 3 hingga 4 juta orang akan
melakukan kunjungan ke tempat wisata.
"Orang mudik tentu dia berwisata, perkiraan kita kemungkinan
akan ada 3 sampai 4 juta orang wisatawan domestik yang berlibur di Lampung
selama libur lebaran tahun ini," ujar Bobby.
Menurutnya, wisatawan yang akan berkunjung ke Lampung terus diberikan
kemudahan, seperti adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), dan moda
transportasi yang nyaman hingga infrastruktur yang memadai.
"Utamanya ini didukung oleh JTTS, kemudian moda transportasi yang
manajemennya semakin baik dan perbaikan infrastruktur menuju tempat wisata juga
terus dilakukan. Tentu ini adalah hal positif yang mendorong orang luar untuk
datang ke Lampung," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sudah menggelar rapat koordinasi bersama dengan Kementerian
Pariwisata dan pemerintah kabupaten/kota serta pihak keamanan dalam rangka
persiapan pada libur lebaran tahun ini.
“Kami juga telah mengeluarkan surat edaran kepada pengelola tempat wisata
untuk memastikan keselamatan, keamanan dan juga kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
"Sudah ada edaran dari Kementerian dan dari Pemprov Lampung agar
pengelola wisata melakukan beberapa hal. Pengelola destinasi wisata utamanya
mementingkan keselamatan dan keamanan baru setelah itu kenyamanan,"
sambungnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, kunjungan wisatawan
di Lampung pada tahun 2024 lalu mencapai 17.875.613 orang.
Dengan rincian, pada Januari 1.618.490 orang, Februari 1.338.941 orang,
Maret 1.260.766 orang, April 1.702.675 orang, Mei 1.508.526 orang, Juni 1.658.113
orang, Juli 1.460.669 orang, dan Agustus 1.309.129 orang.
Kemudian pada September 1.449.937 orang, Oktober 1.403.703 orang, November 1.381.623 orang dan puncaknya terjadi pada bulan Desember mencapai 1.783.041 orang. (*)