Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 27 Maret 2025

Polda Lampung Perketat Pengamanan Objek Wisata

Oleh ADMIN

Berita
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Polda Lampung bersama jajaran Polres/Polresta akan memperketat pengaman di sejumlah objek wisata di Provinsi Lampung yang diprediksi akan mengalami lonjakan wisatawan selama libur lebaran 2025.

Polda Lampung menurunkan 1.989 personel dalam Operasi Ketupat Krakatau 2025 yang akan berlangsung selama 17 hari terhitung mulai 23 Maret-8 April 2025. Sebanyak 81 pos disiapkan untuk pengamanan arus mudik Lebaran 2025.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, mengatakan Operasi Ketupat Krakatau bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, baik di jalur darat maupun laut.

"Sebanyak 1.989 personel siap mengamankan Operasi Ketupat Krakatau 2025. Mereka ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk jalur mudik, pelabuhan, terminal, dan lokasi wisata yang diprediksi ramai selama libur Lebaran," kata Helmy, baru-baru ini.

"Kemudian untuk memberikan rasa aman, kami mendirikan 81 pos pengamanan terdiri dari 60 pos pengamanan (Pos PAM) di lokasi rawan kecelakaan, macet, dan kriminalitas, kemudian 20 posyan dan 1 pos terpadu," lanjut Kapolda.

Pos-pos ini tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Lampung Selatan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, mengatakan untuk memastikan objek wisata pantai aman untuk pengunjung, pihaknya telah melakukan pengecekan kesiapan sejumlah pantai untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan saat libur lebaran 2025.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh alat keselamatan berfungsi dengan baik dan jumlahnya mencukupi untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama kami," kata Yusriandi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut untuk memastikan keselamatan pengunjung, mengingat adanya lonjakan wisatawan yang kerap terjadi saat libur Lebaran.

Ia kembali mengingatkan, pentingnya kesiapan sarana dan prasarana keamanan di lokasi wisata terutama wisata bahari.

Berdasarkan hasil pengecekan tim kepolisian di Pantai Sanggar, lanjut Kapolres, tersedia fasilitas keselamatan meliputi dua pelampung, dua tali jiwa, dua peralatan kesehatan, dua personel medis, satu tower pantau, enam penjaga pantai, empat unit alat pemadam api ringan (APAR), empat pengeras suara, dan sepuluh papan himbauan keamanan.

Menurutnya, beberapa alat yang ada di pantai tersebut kondisinya sudah baik, namun masih perlu ditingkatkan untuk menjamin keselamatan pengunjung wisata.

"Tetapi masih ada beberapa kekurangan yang perlu segera dilengkapi seperti kendaraan evakuasi dan alarm bencana," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran wisatawan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta selalu berhati-hati dan mengikuti aturan keselamatan.

"Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk selalu mematuhi aturan keselamatan, tidak berenang di area terlarang, dan segera melaporkan jika melihat situasi darurat. Keamanan di pantai bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga kesadaran bersama untuk menjaga diri dan orang lain," ungkapnya. (*)

Editor Sigit Pamungkas