Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Sabtu, 10 Januari 2026

Satu Rumah Sakit Rusak dan 39 Rumah Terdampak Banjir di Mesuji

Oleh Didik Tri Putra Jaya

Berita
Satu Rumah Sakit Rusak dan 39 Rumah Terdampak Banjir di Mesuji. Foto: Ist.

Berdikari.co, Mesuji - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, pada Kamis (8/1/2026), dan menyebabkan puluhan rumah warga terdampak serta satu bangunan rumah sakit mengalami kerusakan.

Cuaca ekstrem tersebut terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Dampak paling signifikan dirasakan di sejumlah wilayah permukiman yang tergenang air dan diterjang angin kencang.

Selain merendam rumah warga, terpaan angin juga mengakibatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan struktural.

Berdasarkan data kepolisian, bencana hidrometeorologi tersebut terjadi di 16 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Mesuji. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah langsung melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.

Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengatakan, jumlah rumah warga yang terdampak cukup tinggi akibat genangan air yang masuk ke area permukiman.

"Ada puluhan rumah yang terdampak banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Rabu hingga Kamis. Namun yang terdampak genangan air cukup tinggi itu ada sekitar 39 rumah. Ini tersebar di 16 desa di 5 kecamatan,” katanya, seperti dikutip dari kupastuntas.co, Sabtu (10/01/2026).

Selain merendam rumah warga, hujan deras yang disertai angin kencang juga mengakibatkan sebagian bangunan Rumah Sakit Ratu Tara di Kecamatan Rawa Jitu Utara mengalami ambruk.

"Iya ada bagian rumah sakit yang memang ambruk akibat angin kencang bersamaan hujan deras,” jelas Firdaus.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Warga terdampak telah diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kami masih terus melakukan pendataan terkait peristiwa tersebut,” tandasnya.

Saat ini, tim gabungan dari kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan lanjutan, membantu warga terdampak, serta memastikan kondisi keamanan dan keselamatan di lokasi bencana tetap terkendali. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya