Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 14 Januari 2026

Cetak Sawah 5.000 Hektare di Lampung Harus Berkualitas, Pemerhati Ingatkan Petani Jangan Jadi Korban Proyek

Oleh Sri

Berita
Pemerhati pertanian sekaligus Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Ahmad Suryanto. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung – Program cetak sawah baru seluas 5.000 hektare yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung mendapat dukungan dari kalangan pemerhati pertanian. Namun, pelaksanaannya diingatkan agar tidak semata-mata mengejar target luasan, melainkan mengutamakan kualitas konstruksi agar tidak merugikan petani.

Pemerhati pertanian sekaligus Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Ahmad Suryanto, menilai program perluasan lahan padi merupakan kebijakan pemerintah pusat yang patut didukung selama ketersediaan lahan tidak bermasalah.

“Program cetak sawah ini memang program pusat yang harus kita dukung, selama lahannya ada dan tidak bermasalah,” ujar Ahmad, Rabu (14/1/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah catatan penting berdasarkan pengalaman di lapangan. Ahmad menyebutkan, pada pelaksanaan program optimalisasi lahan rawa tahun 2024, masih ditemukan banyak titik dengan kualitas konstruksi yang belum maksimal.

“Berdasarkan pengalaman keliling di beberapa daerah, program optimalisasi lahan rawa tahun 2024 itu di banyak titik konstruksinya kurang maksimal,” katanya.

Menurutnya, program cetak sawah harus diawasi secara ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan fisik di lapangan. Ia mengingatkan agar pelaksana tidak terburu-buru mengejar target dan tenggat waktu, yang justru berpotensi menimbulkan kesalahan teknis.

“Proyek ini harus diawasi dengan ketat dan konstruksinya harus benar-benar layak. Jangan sampai karena memburu target dan waktu, konstruksinya jadi asal-asalan. Kalau begitu, yang dirugikan adalah petani,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) tengah mematangkan rencana perluasan lahan pertanian untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Tubagus Muhammad Rifki, mengungkapkan target cetak sawah baru tahun ini mencapai 5.000 hektare.

“Target kita tahun ini untuk cetak sawah baru seluas 5.000 hektare. Saat ini sudah ada beberapa daerah yang mengusulkan dan telah diverifikasi layak untuk dicetak seluas 1.840 hektare,” ujarnya.

Ia merinci, Kabupaten Lampung Timur menjadi wilayah dengan luasan terbesar yang telah dinyatakan layak, yakni 812 hektare, disusul Kabupaten Mesuji seluas 373 hektare dan Kabupaten Tulang Bawang 296 hektare.

Rifki menambahkan, luasan tersebut belum bersifat final dan masih berpotensi bertambah seiring dibukanya peluang bagi kabupaten lain untuk mengajukan usulan.

“Jumlah yang ada sekarang masih bisa bertambah jika ada kabupaten lain yang mengusulkan,” jelasnya.

Dengan perencanaan matang dan pengawasan yang ketat, program cetak sawah ini diharapkan tidak hanya menambah luasan lahan pertanian, tetapi juga benar-benar meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. (*)


Editor Sigit Pamungkas