Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Senin, 26 Januari 2026

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Wonodadi Pringsewu 'Panen Ikan' Sindir Pemerintah

Oleh Manalu

Berita
Ratusan warga Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, turun ke jalan melakukan gogoh iwak atau menangkap ikan sebagai bentuk protes kepada pemerintah, Senin (26/1/2026). Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Pringsewu – Kesal lantaran jalan rusak tak kunjung diperbaiki, ratusan warga Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, turun ke jalan melakukan gogoh iwak atau menangkap ikan sebagai bentuk protes kepada pemerintah, Senin (26/1/2026).

Aksi tersebut dilakukan di ruas Jalan Wonodadi–Wonosari, yang juga menjadi akses penghubung menuju Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Jalan sepanjang sekitar 500 meter itu mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lubang serta kubangan air.

Salah seorang warga, Eko, mengatakan aksi serupa sudah dilakukan sebanyak lima kali. Namun hingga kini belum ada perbaikan nyata dari pemerintah daerah.

“Jalan yang rusak sekitar 500 meter. Mudah-mudahan ini aksi terakhir,” ujar Eko.

Warga lainnya menyebut aksi gogoh iwak merupakan bentuk sindiran sekaligus aspirasi kepada pemerintah agar segera bertindak.

“Kalau Pak Bupati sering gogoh iwak di sawah, silakan datang ke sini gogoh iwak di jalan rusak bareng kami,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang berlubang kerap menyebabkan kecelakaan, terutama dialami anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

“Banyak yang jatuh. Tiap hari kami menghirup debu jalanan. Kami minta tolong agar pemerintah memperbaiki jalan ini, jangan hanya janji-janji belaka,” tegasnya.

Dalam aksi itu, peserta gogoh iwak didominasi para ibu rumah tangga yang tampak antusias menyampaikan aspirasi. Keseruan juga terlihat saat warga berebut ikan lele yang disiapkan panitia aksi sekitar dua kuintal.

Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, yang memantau langsung kegiatan tersebut, meminta warga tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

“Silakan sampaikan aspirasi, tapi mengingat ini juga fasilitas umum agar dipertimbangkan jangan sampai mengganggu aktivitas warga lainnya,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, aksi berlangsung sekitar 90 menit. Setelah itu warga membubarkan diri dengan tertib dan kembali membuka akses jalan yang sempat ditutup sementara. (*)


Editor Sigit Pamungkas