Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 30 Januari 2026

381.150 Dosis Vaksin PMK didistribusikan, Lampung Tengah Terima Paling Banyak

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Ilustrasi

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung mulai menggelar vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2026 sebagai langkah strategis melindungi populasi ternak dan menjaga ketahanan pangan daerah. Sebanyak 381.150 dosis vaksin disiapkan dan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Lampung dengan mempertimbangkan tingkat risiko dan sebaran populasi ternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menegaskan bahwa vaksinasi menjadi instrumen utama pemerintah daerah dalam mencegah meluasnya PMK sekaligus menjaga keberlanjutan sektor peternakan rakyat.

"Vaksinasi PMK merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi ternak milik peternak. Dengan alokasi lebih dari 381 ribu dosis, kami menargetkan terbentuknya kekebalan yang optimal pada ternak di Lampung," ujarnya saat dimintai keterangan, Jum'at (30/1/2026).

Pelaksanaan vaksinasi PMK tahun ini dirancang dalam dua tahap, yakni periode Januari hingga Maret serta Juni hingga Agustus 2026. Masing-masing tahap dialokasikan sebanyak 190.575 dosis untuk memastikan pemerataan perlindungan dan efektivitas pembentukan kekebalan kelompok.

Pada tahap awal Januari 2026, Pemprov Lampung telah menerima 100.000 dosis vaksin yang langsung disalurkan ke 15 kabupaten/kota. Distribusi awal difokuskan pada wilayah dengan populasi ternak besar dan mobilitas tinggi.

"Pada distribusi tahap pertama ini, Kabupaten Lampung Tengah menerima alokasi terbesar sebanyak 40.000 dosis, disusul Lampung Selatan dan Tulang Bawang masing-masing 10.000 dosis," sambungnya.

Selain itu, Tulang Bawang Barat dan Way Kanan masing-masing memperoleh 9.375 dosis, Lampung Utara menerima 6.250 dosis, serta Lampung Timur sebanyak 5.000 dosis. Daerah lain juga mendapatkan alokasi sesuai dengan tingkat kebutuhan dan risiko penyebaran.

Tanggamus memperoleh 2.250 dosis, Pringsewu 2.000 dosis, Pesawaran 1.625 dosis, sementara Mesuji, Lampung Barat, dan Pesisir Barat masing-masing menerima 1.000 dosis.

"Untuk wilayah perkotaan, Kota Metro memperoleh 625 dosis, sedangkan Kota Bandar Lampung menerima 500 dosis," kata dia.

Lili menjelaskan bahwa skema distribusi vaksin disusun berdasarkan pemetaan populasi ternak dan potensi penyebaran PMK di tiap daerah, sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

"Kabupaten dengan populasi ternak besar dan potensi penyebaran tinggi mendapatkan porsi lebih banyak agar kekebalan kelompok bisa terbentuk lebih cepat," jelasnya.

PMK sendiri merupakan penyakit hewan menular yang menyerang ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, hingga babi. Penyakit ini dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi, baik melalui udara, kontak langsung antarternak, maupun peralatan dan sarana yang terkontaminasi, serta berdampak langsung pada produktivitas ternak.

Sebagai upaya pengendalian menyeluruh, Pemprov Lampung tidak hanya mengandalkan vaksinasi massal, tetapi juga menerapkan berbagai langkah pendukung lainnya.

"Sebagai langkah pengendalian, Pemprov Lampung menerapkan berbagai upaya, mulai dari pembatasan lalu lintas ternak, pemotongan ternak sakit, peningkatan biosecurity kandang, pemberian terapi suportif, pencegahan infeksi sekunder, vaksinasi massal, hingga edukasi kepada peternak," paparnya.

Upaya edukasi kepada peternak juga terus diperkuat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di berbagai daerah. Salah satunya dilaksanakan di Desa Ringin Sari, Kecamatan Margo Rejo, Kabupaten Tulang Bawang, pada 20 Januari 2026.

"Edukasi sangat penting agar peternak memahami langkah pencegahan PMK, penerapan biosecurity, serta pentingnya pelaporan cepat apabila ditemukan ternak sakit," kata Lili.

Ia menegaskan bahwa program vaksinasi PMK 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjaga ketahanan pangan dan memperkuat posisi Lampung sebagai sentra peternakan nasional.

"Kami ingin memastikan Lampung tetap menjadi Lumbung Ternak Nasional. Vaksinasi PMK merupakan fondasi penting menuju Lampung yang maju dan berdaya saing di sektor peternakan," pungkasnya. (*)


Editor Sigit Pamungkas