Berdikari.co, Bandar Lampung – Upaya seorang ayah melindungi anaknya saat hendak berangkat ke sekolah berujung insiden berdarah di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Seorang warga mengalami luka serius akibat serangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bersenjata tajam, sementara pelaku dilaporkan meninggal dunia setelah terjadi perlawanan.
Korban berinisial ER (51) mengalami luka bacokan cukup parah di bagian leher dan wajah. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.
Kapolres Way Kanan AKBP Didik Kurnianto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) pagi di wilayah Kecamatan Baradatu. Saat kejadian, korban tengah mengantarkan anaknya ke sekolah sebelum tiba-tiba diserang oleh pelaku berinisial JE.
"Benar, peristiwa itu terjadi kemarin pagi. Ada seorang pria yang rupanya ODGJ menyerang ayah yang akan menghantarkan anaknya sekolah," kata Didik, Jumat (30/1/2026).
Menurut Kapolres, pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam yang telah dimodifikasi menyerupai tombak.
"Korban ini diserang menggunakan senjata tajam yang diikat ke kayu, jadi seperti tombak. Akibatnya korban mengalami sejumlah luka di leher dan wajahnya," lanjut Didik.
Dalam kondisi terancam, korban melakukan perlawanan demi menyelamatkan diri sekaligus melindungi anaknya yang juga berpotensi menjadi sasaran serangan pelaku.
"Korban ini melawan karena akan menyerang anaknya juga, jadi dia melindungi anaknya juga. Akibat perlawanan tersebut, ODGJ ini meninggal dunia," terangnya.
Setelah kejadian, jenazah pelaku JE telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kampung Tiuh Balak, Kabupaten Way Kanan. Pihak keluarga disebut telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Dalam proses penanganan kasus, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Sedikitnya tujuh senjata tajam yang dimodifikasi menjadi tombak ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
"Benar, jadi tim menemukan 7 tombak modifikasi, jadi senjata tajam diikat kayu atau bambu dan dijadikan seperti tombak oleh pelaku ini. Barang bukti ini milik pelaku," kata Didik.
Kapolres menambahkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, pelaku memang dikenal sering meresahkan lingkungan.
"Selama ini yang bersangkutan memang kerap meresahkan warga karena sering melakukan penganiayaan dan mengambil barang milik orang lain. Pelaku juga diketahui sehari-hari membawa senjata tajam menyerupai tombak," terang Kapolres.
Selain senjata tajam, polisi turut mengamankan rekaman CCTV yang merekam detik-detik kejadian sebagai bagian dari barang bukti dalam penyelidikan lebih lanjut. (*)

berdikari









