Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Sabtu, 31 Januari 2026

Winarti: Pugung Raharjo Aset Berharga Lampung yang Harus Dijaga Bersama

Oleh Donald Harris Sihotang

Berita
Rombongan DPD PDI Perjuangan Lampung yang dipimpin Ketua Winarti foto bersama saat mengunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo, di Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (31/1/2026). Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Lampung Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian warisan budaya dan pengembangan pariwisata sejarah dengan mengunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (31/1/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, bersama jajaran pengurus DPD. Rombongan bertolak dari Bandar Lampung pada pukul 06.15 WIB dan tiba di kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo sekitar pukul 07.30 WIB.

Turut mendampingi Winarti, jajaran Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, yakni Yanuar Irawan, Ali Johan Arif, Apriliati, Donald Harris Sihotang, I Wayan Aryudi, Watoni Noerdin, Piego Wilyasa, Ni Ketut Dewi Nadi, Budhi Condrowati, Irfan Fadillah Mabsus, serta Grace Purwo Nugroho. Hadir pula Sekretaris DPD Palgunadi dan Bendahara Kostiana, bersama pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan setempat.

Selama berada di lokasi, rombongan meninjau sejumlah titik penting di kawasan taman purbakala. Peninjauan tersebut dipandu oleh Widi Prasetio, Juru Pelihara Cagar Budaya dari Kementerian Kebudayaan, yang memberikan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta nilai strategis dari setiap peninggalan yang ada di kawasan tersebut.

Meski hujan gerimis sempat turun, hal itu tidak menyurutkan antusiasme rombongan untuk menyusuri situs-situs bersejarah. Kondisi lingkungan yang hijau, asri, dan terawat justru menambah kenyamanan selama kegiatan berlangsung.


Salah satu titik yang dikunjungi adalah kolam megalitik, peninggalan purbakala yang menjadi daya tarik utama Taman Purbakala Pugung Raharjo. Struktur batuan kuno tersebut diperkirakan berasal dari masa megalitik dan diyakini memiliki fungsi ritual atau simbolik pada zamannya.

Dalam kesempatan itu, Winarti menegaskan pentingnya peran seluruh struktur partai untuk ikut menjaga dan mengembangkan potensi wisata sejarah dan budaya di daerah.

“Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah aset yang sangat bernilai, tidak hanya bagi Lampung Timur, tetapi juga bagi Provinsi Lampung secara keseluruhan. Saya menitipkan kepada seluruh anggota fraksi dan struktur partai di daerah agar ikut mendukung, menjaga, dan mengembangkan kawasan ini,” ujar Winarti.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kebersihan kawasan wisata, terutama dalam pengelolaan sampah plastik agar keberlanjutan situs bersejarah tetap terjaga.

Menurut Winarti, pengembangan objek wisata berbasis sejarah tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan salah satu situs kepurbakalaan terpenting di Provinsi Lampung. Secara administratif, kawasan ini berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, pada ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi tanggul yang diyakini sebagai sistem pertahanan masa lampau.

Situs ini menyimpan peninggalan dari berbagai periode peradaban, mulai dari zaman prasejarah megalitik, masa klasik Hindu-Buddha, hingga periode Islam. Keberagaman temuan tersebut menjadikan Pugung Raharjo sebagai laboratorium sejarah terbuka yang bernilai tinggi bagi dunia pendidikan.


Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, situs ini pertama kali ditemukan pada 1957 oleh warga transmigran saat membuka hutan. Temuan awal berupa arca yang kemudian dikenal sebagai Arca Bodhisatwa, menandakan adanya pengaruh Hindu-Buddha di wilayah tersebut.

Hasil penelitian lanjutan menyebutkan kompleks megalitik Pugung Raharjo memiliki luas sekitar 25 hektare dan telah mengalami pemugaran sejak akhir 1970-an hingga awal 1980-an oleh pemerintah pusat. Berbagai peninggalan yang ditemukan antara lain punden berundak, batu berlubang, lumpang batu, kapak batu, kompleks batu mayat, kolam megalitik, arca Bodhisatwa, prasasti klasik, hingga nisan dari masa Islam.

Melalui kunjungan ini, DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung berharap Taman Purbakala Pugung Raharjo semakin dikenal luas, terawat secara berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dari sisi pendidikan, pelestarian budaya, dan peningkatan ekonomi daerah. (*)



Editor Sigit Pamungkas