Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Kamis, 19 Februari 2026

Pemprov Lampung Matangkan Penyaluran Tenaga Kerja ke Jepang

Oleh Siti Khoiriah

Berita
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico saat dimintai keterangan, Kamis (19/2/2026). Foto: Ria

Berdikari.co, Bandar Lampung - Pemprov Lampung mulai mematangkan penyaluran tenaga kerja ke Jepang melalui program Kelas Migran Vokasi. Salah satu tahapan krusial yang kini dijalankan adalah job matching atau pemetaan minat kerja siswa ke berbagai sektor industri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa pada bulan ini pihaknya telah melakukan job matching kepada ribuan siswa yang tergabung dalam program tersebut.

"Bulan ini kita sudah melakukan job matching. Terdapat 12 sektor pekerjaan di Jepang yang kita tawarkan kepada siswa melalui pengisian Google Form," ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, 12 sektor tersebut meliputi pekerja pertanian (farm worker), pelayan restoran (food waiter), pekerja tekstil, peternakan, restoran, caregiver, operator mesin, otomotif, hingga sejumlah sektor lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Jepang.

"Dari hasil pemetaan tersebut, sektor pertanian menjadi pilihan terbanyak siswa. Ternyata dari hasil itu banyak siswa kita yang memilih sektor pertanian sebagai pilihan utama," kata dia, seperti dikutip dari kupastuntas.co.

Menurutnya, job matching ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kesesuaian antara minat siswa dengan kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Setiap sektor memiliki karakteristik dan kebutuhan keterampilan yang berbeda, sehingga penanganannya pun tidak bisa disamakan.

Sebagai tindak lanjut, para siswa akan mendapatkan pemantapan selama kurang lebih tiga bulan setelah lulus. Program ini akan difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis, pemahaman budaya kerja, serta kesiapan mental.

"Pemantapan ini bisa dilakukan melalui LPK, apakah itu di luar sekolah atau didalam sekolah  tergantung kesiapan di masing-masing kabupaten. Karena setiap sektor akan dipisah sesuai kebutuhan dan treatment-nya berbeda," jelasnya.

Selain itu, Pemprov Lampung juga mulai memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung proses penyaluran tenaga kerja ke Jepang.

Kerja sama dilakukan dengan BP3MI, Dinas Tenaga Kerja, hingga Bank Lampung untuk memastikan kesiapan administrasi hingga pembiayaan.

Minat dari perusahaan Jepang juga mulai terlihat. Khusus sektor konstruksi, sebanyak 500 siswa telah mendapatkan penguatan keterampilan dari perusahaan Jepang yang datang langsung untuk melihat kesiapan calon tenaga kerja asal Lampung.

"Ini menunjukkan bahwa SDM kita mulai dilirik. Mereka datang langsung untuk melihat siswa yang memang berminat bekerja di sektor konstruksi," tambahnya.

Ke depan, pemerintah akan melakukan pendataan dan pemetaan lebih rinci terhadap siswa yang telah mengikuti job matching.

Data tersebut kemudian akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait serta mitra perusahaan di Jepang, guna memastikan penempatan kerja berjalan optimal dan tepat sasaran.

"Saat ini, jumlah peserta Program Kelas Migran Vokasi mencapai sekitar 8.000 siswa. Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada penguasaan bahasa Jepang," tuturnya.

Program ini menargetkan para siswa memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal setara sertifikasi N4 saat lulus.

Untuk itu, evaluasi terus dilakukan, termasuk kemungkinan memulai pembelajaran bahasa sejak kelas 10 dan 11 agar hasilnya lebih maksimal.

"Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Lampung," kata dia.

Para lulusan yang bekerja di luar negeri diharapkan dapat kembali dengan pengalaman, keterampilan, serta modal yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, terutama di tingkat desa. (*)

Editor Didik Tri Putra Jaya