Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 06 Maret 2026

RS Mitra Husada Pringsewu Tegaskan Pelayanan Tetap Optimal Walau Pasien Dirawat di IGD

Oleh Sayuti

Berita
Tampak sejumlah pasien terpaksa dirawat di ruang IGD karena kamar penuh. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Pringsewu - Sejumlah pasien di RS Mitra Husada Pringsewu terpaksa menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena seluruh ruang rawat inap di rumah sakit tersebut dilaporkan penuh.

Kondisi tersebut terlihat dari pantauan dan informasi yang dihimpun Berdikari.co di ruang IGD rumah sakit itu pada Jumat (6/3/2026). Beberapa pasien yang seharusnya menjalani rawat inap harus dirawat sementara di IGD sambil menunggu ketersediaan kamar.

Susi, salah seorang keluarga pasien yang ditemui di IGD, mengatakan ayahnya terpaksa dirawat di ruang tersebut karena tidak ada kamar rawat inap yang tersedia.

“Kata petugas medis ruangan penuh, sehingga kami terpaksa rawat inap di sini (ruang IGD). Yang penting perawatannya tetap jalan,” kata Susi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebagian besar pasien yang masih menunggu kamar rawat inap merupakan peserta BPJS Kesehatan. Kondisi penuh terutama terjadi pada ruang rawat inap kelas tiga.

Beberapa petugas medis membenarkan bahwa ruang rawat inap kelas tiga di rumah sakit tersebut sedang penuh sehingga pasien yang membutuhkan perawatan harus menunggu hingga ada kamar yang kosong.

Petugas BPJS di ruang IGD, Yosi Suwandika, menjelaskan pasien yang belum mendapatkan kamar rawat inap tetap memperoleh pelayanan medis meskipun sementara dirawat di IGD.

“Pasien sementara harus mau dirawat di ruang IGD dan tetap mendapat perawatan. Nanti kalau ada ruangan kosong baru dipindahkan sesuai nomor urut kedatangan,” jelas Yosi.

Hal senada disampaikan salah seorang petugas medis di rumah sakit tersebut. Menurutnya, meskipun kondisi ruang rawat inap penuh, pihak rumah sakit tetap memprioritaskan pelayanan terhadap pasien.

“Di IGD hanya perawatan sementara. Jika sudah ada pasien yang sembuh dan pulang, maka langsung digantikan oleh pasien yang menjalani perawatan di IGD,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat ruang IGD terlihat lebih padat dari biasanya. Selain menangani pasien gawat darurat, ruangan tersebut juga digunakan untuk merawat sementara pasien yang menunggu ketersediaan ruang rawat inap.

Meski demikian, tenaga medis tetap berupaya memberikan penanganan optimal agar seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan. (*)


Editor Sigit Pamungkas