Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Jumat, 27 Maret 2026

13 Orang Meninggal Kecelakaan di Lampung

Oleh ADMIN

Berita
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang berlangsung di Provinsi Lampung pada 13-25 Maret 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan tercatat 52 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Dalam kecelakaan tersebut, terdapat 13 korban meninggal dunia, 56 korban luka berat, serta 44 korban luka ringan, dengan total kerugian material mencapai Rp370.600.000.

"Berdasarkan data dari Polda Lampung, sejak tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 ada 52 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia ada 13 orang,” kata Bambang, Kamis (26/3/2026).

Bambang membeberkan, kecelakaan itu berdasarkan wilayah kepolisian, diantaranya Polresta Bandar Lampung, tercatat 1 kecelakaan dengan 1 korban luka berat, dan 1 korban luka ringan serta kerugian material sekitar Rp2.000.000.

Kemudian di wilayah Polres Lampung Selatan, tercatat 12 kejadian kecelakaan dengan 2 korban meninggal dunia, 13 korban luka berat, dan 17 korban luka ringan serta kerugian material Rp51.000.000.

Di wilayah Polres Lampung Tengah tercatat 14 kejadian kecelakaan, dengan 8 korban meninggal dunia, 17 korban luka berat, serta 7 korban luka ringan serta kerugian material Rp91.200.000.

Di wilayah Polres Lampung Utara tercatat 3 kejadian kecelakaan dengan 4 korban luka berat dan kerugian material sekitar Rp6.500.000.

Di wilayah Polres Lampung Barat tercatat 1 kejadian kecelakaan dengan 1 korban luka berat dan kerugian material sekitar Rp500.000.

Selanjutnya di wilayah Polres Tulang Bawang tercatat 3 kejadian kecelakaan dengan 2 korban luka berat, 1 korban luka ringan dan kerugian material Rp3.000.000.

Di wilayah Polres Tanggamus tercatat 2 kejadian kecelakaan dengan 2 korban luka berat, 1 korban luka ringan dan kerugian material Rp1.000.000.

Di wilayah Polres Lampung Timur tercatat 6 kejadian kecelakaan dengan 6 korban luka berat, 3 korban luka ringan dan kerugian material Rp17.000.000.

"Di wilayah Polres Way Kanan tercatat 1 kejadian kecelakaan dengan 3 korban luka berat, 1 korban luka ringan dan kerugian material Rp500.000.

Di wilayah Polres Mesuji, tercatat 1 kejadian kecelakaan dengan 2 korban luka ringan serta kerugian material Rp20.000.000.

Di wilayah Polres Pringsewu tercatat 2 kejadian kecelakaan dengan 2 korban luka berat dan kerugian material Rp600.000.

Di wilayah Polres Tulang Bawang Barat tercatat 3 kejadian kecelakaan dengan 1 korban meninggal dunia, 3 korban luka berat, 2 korban luka ringan dan kerugian material Rp7.000.000.

"Terakhir di wilayah Polres Pesisir Barat tercatat 3 kejadian kecelakaan,dengan 2 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat, 2 korban luka ringan serta kerugian material Rp5.300.000," pungkasnya.

Sementara itu, Polri menyebut terjadi penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,41 persen. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengatakan secara umum situasi kamtibmas selama perayaan Idul Fitri 1447 H terjaga aman, tertib, dan kondusif.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri dan stakeholder terkait memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dengan menyiagakan ribuan posko di seluruh titik strategis melibatkan 161.243 personel gabungan. Total terdapat 2.746 posko di seluruh Indonesia, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, serta 343 Pos Terpadu.
Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas nasional menunjukkan tren penurunan 5,31 persen, yakni dari 2.880 perkara pada 2025, menjadi 2.727 perkara pada 2026.

Jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 30,41 persen, yakni dari 342 orang pada tahun 2025 menjadi 238 orang pada tahun 2026.

"Selain itu kecelakaan menonjol juga nihil selama periode operasi tahun ini," ujar Irjen Agus, Rabu (26/3/2026) malam.
Pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026, volume kendaraan mencapai 270.315 unit atau naik 4,62% dari 2025. Sementara puncak arus balik pada 24 Maret menembus 256.338 kendaraan atau naik 14,87% dari 2025.

Selama fase arus mudik, Polri mengelola kepadatan dengan menerapkan skema contraflow mulai dari satu hingga tiga lajur di titik-titik krusial seperti KM 36 hingga KM 70 ruas tol Jakarta-Cikampek.

Puncaknya, Korlantas memberlakukan One Way Nasional Presisi yang membentang dari KM 70 hingga KM 414 Kalikangkung, bahkan sempat dilanjutkan hingga KM 424 guna memastikan kelancaran arus menuju Jawa Tengah.
Memasuki fase arus balik, fleksibilitas strategi kembali ditunjukkan melalui inovasi One Way Lokal Presisi atau yang dikenal sebagai One Way Sepenggal Presisi. Skema ini diterapkan secara bertahap, salah satunya pada ruas KM 414 hingga KM 263, untuk mengurai bangkitan arus kendaraan secara spesifik tanpa harus menutup akses jalur secara permanen.

Seluruh pergerakan ini dipantau secara real-time melalui Command Center Korlantas yang didukung perangkat modern seperti ETLE Patrol Presisi untuk memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data akurat di lapangan.
Meski Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir, pengamanan tidak langsung ditarik karena data menunjukkan masih ada sisa arus balik sebesar 42,29 persen kendaraan yang belum kembali ke Jakarta.

Polri melanjutkan pengawalan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 guna menjamin keselamatan setiap pemudik.

"Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah melayani masyarakat memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat. Kami Polri masih akan terus berada di lapangan hingga akhir masa KRYD sesuai arahan Bapak Kapolri memastikan seluruh masyarakat yang mudik kembali ke rumah dengan aman," ucap Irjen Agus. (*)

Editor Sigit Pamungkas