Berdikari.co, Pesisir Barat – Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (6/4/2026) dini hari di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, menelan korban jiwa. Seorang warga negara asing asal Jerman dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang terbakar.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pesisir Barat, Cahyadi Moeis. Ia menyampaikan, laporan kebakaran diterima dari warga sekitar pukul 04.14 WIB.
“Laporan kami terima sekitar pukul 04.14 WIB dari warga setempat, dan petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” ujar Cahyadi dalam keterangannya.
Laporan awal disampaikan oleh seorang warga bernama Korip. Mendapatkan informasi tersebut, petugas piket pemadam kebakaran Kecamatan Pesisir Tengah langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Menurut Cahyadi, respons petugas terbilang cepat, hanya sekitar tiga menit sejak laporan diterima hingga tim bergerak ke lokasi. Hal itu dinilai membantu dalam upaya pengendalian api agar tidak meluas.
"Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak cepat ke lokasi,” jelasnya.
Setibanya di lokasi di Jalan Kamboja, Gang Pala, petugas mendapati api telah membesar dan melahap sebagian bangunan rumah. Tim pemadam segera melakukan upaya pemadaman.
Di tengah proses pemadaman, petugas memperoleh informasi dari pemilik rumah bahwa masih terdapat satu penghuni di dalam kamar. Korban diketahui seorang perempuan lanjut usia berkewarganegaraan Jerman.
“Dari keterangan pemilik rumah, ada seorang nenek yang masih berada di dalam kamar saat kebakaran terjadi,” ungkap Cahyadi.
Korban diketahui bernama Helena Vera Otto (92). Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus pencarian di dalam bangunan yang terbakar.
Setelah api berhasil dikendalikan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar.
“Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar, tepatnya di lantai samping tempat tidur,” kata dia.
Tidak terdapat korban luka dalam kejadian ini. Namun, kebakaran tersebut menyebabkan satu korban jiwa serta kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat kobaran api.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari stopkontak kipas angin di dalam rumah.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik pada stopkontak kipas angin,” terang Cahyadi.
Dalam penanganan kejadian, Satpol PP Damkar Pesisir Barat mengerahkan delapan personel, dibantu dua analis kebakaran dan satu kepala seksi pemadaman. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Setelah pemadaman, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses identifikasi korban,” ujarnya.
Usai dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Pesisir Tengah untuk keperluan autopsi.
Cahyadi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan instalasi listrik. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap peralatan listrik di rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya. (*)

berdikari









