Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Sabtu, 11 April 2026

Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK, 16 Orang Diamankan dalam Operasi Senyap

Oleh Erik Handoko

Berita
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menjadi salah satu pejabat yang dijaring KPK. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan di daerah. Kali ini, operasi senyap digelar di Tulungagung, Jawa Timur, yang turut menyeret kepala daerah setempat.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut pihaknya mengamankan sebanyak 16 orang.

“Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya (yang ditangkap) adalah Bupati Tulungagung,” ucap Budi di Jakarta, Jumat (10/4/2026), dilansir dari Antara.

Salah satu pihak yang diamankan adalah Gatut Sunu Wibowo. Namun hingga saat ini, KPK belum merinci identitas 15 orang lainnya yang turut diamankan dalam operasi tersebut.

Budi menambahkan, pihaknya akan segera menyampaikan perkembangan resmi terkait hasil OTT tersebut setelah proses pemeriksaan awal rampung.

Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, KPK memang aktif melakukan OTT yang menyasar kepala daerah di berbagai wilayah. Sejumlah nama yang sebelumnya terjaring antara lain Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, hingga Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachma.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Gatut Sunu Wibowo tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp20.335.211.000 atau sekitar Rp20,3 miliar. Laporan tersebut disampaikan pada 3 Maret 2026, tak lama setelah dirinya menjabat sebagai Bupati Tulungagung.

Rincian kekayaannya meliputi 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, dan Tanah Laut senilai Rp14,5 miliar. Selain itu, ia juga memiliki 18 kendaraan, termasuk Toyota Alphard, Toyota Innova, Toyota Land Cruiser, truk, dan sepeda motor dengan total nilai Rp3,47 miliar. Harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp1,74 miliar serta kas dan setara kas Rp592 juta.

Gatut Sunu Wibowo lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Merdeka Malang pada 1992, kemudian meraih gelar magister ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2023.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. Ia mulai aktif berorganisasi sejak bergabung dengan Gerakan Pemuda Ansor pada 2004.

Karier politiknya dimulai saat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada Pilkada 2019 berpasangan dengan Maryoto Birowo dan berhasil memenangkan kontestasi tersebut. Pada Pilkada 2024, Gatut maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Ahmad Baharudin dan kembali meraih kemenangan dengan perolehan suara 50,7 persen.

KPK masih terus melakukan pendalaman terkait perkara ini. (*)


Editor Sigit Pamungkas