Berdikari.co, Tanggamus – Upaya pencarian selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil. Sugiyo (55), warga Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus Sungai Way Semuong.
Korban diketahui pergi memancing pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya, ia tak kunjung pulang ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir, terlebih saat itu debit air sungai tengah meningkat akibat cuaca yang tidak menentu.
Laporan kehilangan kemudian disampaikan ke aparat setempat dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung. Tim SAR dari Pos Tanggamus langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Dantim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Nico Saputra, mengatakan pencarian dilakukan sejak Selasa (14/4/2026) dengan melibatkan Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.
“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat dan air, dengan membagi tim menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Namun pada hari pertama hingga hari kedua, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pencarian sempat terkendala oleh cuaca hujan yang menyebabkan debit air sungai meningkat, terbatasnya jaringan komunikasi, serta medan yang cukup sulit dijangkau.
Memasuki hari ketiga, Kamis (16/4/2026), titik terang akhirnya muncul. Sekitar pukul 09.00 WIB, tim SAR menerima informasi dari warga terkait penemuan jasad yang diduga korban di sekitar Dermaga Batu Balai, Kecamatan Limau.
“Tim SAR gabungan kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 09.17 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 34 kilometer dari titik awal kejadian. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Batin Mangunang untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 10.20 WIB dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Pihak SAR mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu yang berpotensi meningkatkan debit air secara tiba-tiba. (*)

berdikari









