Berdikari.co, Bandar Lampung - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi dimulai pada Selasa (21/4/2026). Dua perguruan tinggi di Lampung, Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera), menyiapkan sarana dan sistem pengawasan ketat untuk menjamin kelancaran ujian.
Di Unila, sebanyak 15.744 peserta mengikuti UTBK dengan daya tampung sekitar 5.000 kursi melalui jalur SNBT. Ujian dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari hingga 30 April 2026.
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Muhamad Komarudin, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan lokasi, perangkat komputer, hingga administrasi pelaksanaan.
“Berbagai aspek teknis telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari lokasi tes, perangkat komputer, hingga administrasi seperti berita acara,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kendala teknis, Unila memastikan seluruh laboratorium komputer dan jaringan internet telah melalui uji kelayakan. Sistem cadangan juga disiapkan, termasuk penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS) pada setiap perangkat.
“Apabila terjadi kendala teknis, peserta dapat segera berpindah perangkat tanpa mengurangi waktu ujian,” jelasnya.
Selain itu, peserta diberikan kesempatan meninjau lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan guna meminimalkan keterlambatan. Mengingat ujian berlangsung pada hari kerja, peserta diimbau datang lebih awal untuk menghindari kemacetan.
Dalam menjaga integritas ujian, Unila menerapkan pengawasan berlapis sesuai standar panitia pusat. Fasilitas penunjang seperti ruang berpendingin udara, pengaturan jarak antar peserta, hingga pengendalian kebisingan juga disiapkan.
Unila turut memfasilitasi peserta disabilitas, seperti tunarungu dan tunadaksa, dengan penempatan lokasi yang lebih aksesibel tanpa membedakan materi ujian.
Sementara itu, Itera melaksanakan UTBK dengan total 8.317 peserta. Ujian digelar dalam dua gelombang, yakni 21–23 April dan 28–29 April 2026.
Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Itera, Abdul Rajak, menyebut pihaknya telah menyiapkan 831 komputer utama dan 90 unit cadangan yang tersebar di 24 ruang ujian.
“Ujian dipusatkan di tiga gedung laboratorium, yaitu Laboratorium Teknik 1, Laboratorium Teknik 3, dan Laboratorium Teknik 5,” jelasnya.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, Itera melibatkan 480 pengawas yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Sistem pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan identitas, hingga penggunaan metal detector sebelum peserta masuk ruang ujian.
“Itera berkomitmen menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan UTBK SNBT 2026, sekaligus memastikan proses seleksi berjalan adil, tertib, dan transparan,” ujarnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, kedua perguruan tinggi berharap pelaksanaan UTBK tahun ini berjalan lancar serta mampu menjaring calon mahasiswa yang berkualitas dan berdaya saing. (*)

berdikari









