Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 22 April 2026

Banjir Lumpuhkan Pertanian, Petani Metro Selatan Demo DPRD Tuntut Solusi Nyata

Oleh Arby Pratama

Berita
Puluhan petani saat menyampaikan aspirasi mereka di depan Gedung DPRD Kota Metro dengan dikawan Satpol PP. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Metro – Puluhan petani dari wilayah Metro Selatan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Metro, Rabu (22/4/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan mendalam akibat gagal panen yang terus berulang, imbas banjir yang dinilai tak kunjung ditangani secara serius.

Sejak pagi, massa mulai berdatangan dengan membawa spanduk berisi tuntutan. Wajah-wajah lelah tampak jelas, mencerminkan tekanan ekonomi yang mereka alami setelah hasil panen kembali gagal.

Aksi tersebut langsung diterima oleh Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, bersama anggota dewan lintas komisi serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) beserta jajaran.

Koordinator aksi, Rofiki, menyampaikan bahwa kondisi yang dialami petani saat ini merupakan yang terburuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini bukan pertama kali kami gagal panen, tapi ini yang paling parah. Kami sudah tidak tahu lagi harus berharap ke siapa,” ujarnya.

Para petani mengungkapkan, banjir yang terus terjadi telah merendam lahan pertanian mereka, terutama di wilayah Rejomulyo dan Sumbersari. Genangan air yang berlangsung berhari-hari menyebabkan tanaman padi yang hampir panen rusak dan tidak dapat diselamatkan.

Dampaknya, petani mengalami kerugian berlipat. Modal tanam habis, sementara hasil panen nihil. Di sisi lain, bantuan yang dijanjikan dinilai belum dirasakan secara konkret.

Gedung DPRD menjadi tujuan utama aksi karena petani berharap lembaga legislatif dapat mendorong solusi nyata, bukan sekadar menjadi penonton dalam persoalan yang terus berulang.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah perwakilan petani berusaha masuk ke dalam gedung untuk bertemu langsung dengan anggota dewan. Aparat keamanan yang berjaga sigap mengantisipasi potensi eskalasi.

Dalam orasinya, massa menilai Pemerintah Kota Metro belum mampu mengantisipasi dan menangani persoalan banjir yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian. Mereka juga mengkritik pemerintah yang dinilai lebih fokus pada kegiatan seremonial.

“Kami tidak butuh seremoni. Kami butuh solusi. Jangan datang hanya saat panen raya, tapi hilang saat kami gagal panen,” tegas salah satu orator.

Hingga berita ini diturunkan, proses dialog antara perwakilan petani, DPRD, dan pihak Pemerintah Kota Metro masih berlangsung di salah satu aula Gedung DPRD, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Ria Hartini. (*)

Editor Sigit Pamungkas