Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Selasa, 28 April 2026

Kemendikdasmen Ungkap 4 Juta Anak Tidak Sekolah

Oleh Redaksi

Berita
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi. Foto: Ist.

Berdikari.co, Bandar Lampung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat ada sebanyak 4 juta anak di Indonesia tidak bersekolah.

Dari total angka itu, daerah yang paling banyak terdapat anak tidak sekolahnya adalah Provinsi Jawa Barat sebanyak 106.196 anak.

"Terkait dengan sebaran anak tidak sekolah, ini hampir semua provinsi ada anak tidak sekolah, angka tertinggi itu di Jawa Barat, secara sebaran jumlahnya itu ada 106.196," kata Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi, Senin (27/4/2026).

Setelah Jawa Barat, daerah dengan jumlah anak tidak sekolah terbanyak berikutnya, adalah Jawa Tengah 59.000 dan Jawa Timur 53.000.

Sementara daerah dengan jumlah anak tidak sekolah paling rendah adalah Papua Pegunungan 208 anak, kemudian Papua Barat Daya 264 anak, dan Papua Selatan 755 anak.

"Sedangkan yang terendah itu ada di Papua Pegunungan, itu tercatat hanya 208, kemudian Papua Barat Daya 264, Papua Selatan 755," ujarnya.

Saryadi mengatakan, pemerintah mengadakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menjangkau anak-anak yang tidak sekolah. Nantinya anak-anak bisa mengikuti PJJ di 20 sekolah induk yang sudah ditentukan pemerintah berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah.

Sekolah induk itu akan memiliki beberapa sekolah mitra yang juga akan membantu salam pelaksanaan PJJ bagi anak tidak sekolah.

"Maka di tahun 2026 sampai dengan 2027 ini adalah fase pengembangan skala penuh dimana kami mentargetkan untuk pengembangan 34 plus sekolah Indo itu kenapa saya sebut 34 plus," ucapnya.

"Karena 34 ini adalah sekolah Indo di dalam negeri plus 1 yang SILN dalam hal ini SIKK yang tahun lalu sudah dimulai," lanjut dia.

Saryadi juga menjelaskan, nantinya pelaksanaan PJJ akan dilakukan dengan sistem sinkronus dan asinkronus.

Di mana 70 persen dilakukan dengan bahan ajar atau modul, dan sisanya dilakukan dengan pembelajaran tutorial untuk membahas materi mana saja yang memang sulit.

Sistem pembelajaran ini juga diadakan secara fleksibel sehingga tidak mengganggu kegiatan siswa yang misalnya butuh tetap membantu orangtuanya.

“Bagi siswa yang berminat ikut nantinya bisa mendaftar secara langsung di laman yang sedang disediakan atau ke sekolah yang memang menjadi sekolah induk. Meski demikian, pihak sekolah tetap akan melakukan jemput bola ke rumah-rumah anak yang memang tidak sekolah,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 75.219 siswa mulai dari SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA di Provinsi Lampung mengalami putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan selama tahun 2024.

Data tersebut diakses dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Berdasarkan data yang dirilis Pusdatin Kemendikdasmen melalui website data.dikdasmen.go.id, untuk jumlah siswa putus sekolah jenjang SD/MI di Provinsi Lampung selama 2024 sebanyak 22.028 anak.

Kemendikdasmen menyebut, banyaknya anak yang tidak bersekolah pada jenjang SD/sederajat karena tidak mampu menyelesaikan pendidikan atau dikeluarkan dari satuan pendidikan, dan anak yang telah lulus SD/sederajat namun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/sederajat.

Kemudian, untuk jumlah siswa putus sekolah jenjang SMP/MTs di Lampung selama tahun 2024 sebanyak 41.857 anak. Penyebabnya, tidak mampu menyelesaikan pendidikan atau dikeluarkan dari satuan pendidikan, dan anak yang telah lulus SMP/sederajat namun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/sederajat.

Sementara jumlah siswa putus sekolah jenjang SMA/MA di Lampung selama 2024 sebanyak 11.334 anak. Kemendikdasmen menyebut, penyebab anak yang tidak bersekolah pada jenjang SMA/sederajat karena tidak mampu menyelesaikan pendidikan atau dikeluarkan dari satuan pendidikan. (*)

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Selasa 28 April 2026 dengan judul “Kemendikdasmen Ungkap 4 Juta Anak Tidak Sekolah”

Editor Didik Tri Putra Jaya