Berdikari.co, Bandar Lampung - Meningkatnya aksi tawuran di Kota Bandar Lampung beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mulai melakukan langkah antisipasi dengan memetakan sekolah-sekolah yang dinilai memiliki potensi peserta didik terlibat dalam aksi tawuran maupun kegiatan yang mengarah pada pelanggaran ketertiban.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pengawasan lebih intensif terhadap sejumlah sekolah yang dianggap rawan.
"Tadi saya sudah mengumpulkan beberapa sekolah yang berpotensi anak didiknya melakukan kegiatan di luar ketentuan, termasuk tawuran. Untuk dimitigasi dan diawasi secara intens, terutama yang berpotensi keluar bersama teman-temannya melakukan kegaduhan," ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (11/5/2026).
Thomas menjelaskan, Disdikbud Lampung juga tengah menelusuri insiden tawuran yang terjadi di wilayah Geruntang, Bandar Lampung, pada malam sebelumnya.
Menurutnya, pihaknya masih melakukan verifikasi terkait identitas pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.
"Semalam juga ada kejadian di Geruntang. Saat ini masih diverifikasi apakah memang anak usia sekolah atau sudah tamatan sekolah. Karena korbannya saya lihat usianya di atas 21 tahun," katanya, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menunggu jatuhnya korban lebih banyak sebelum mengambil langkah pencegahan yang lebih serius.
Saat ini Disdikbud Provinsi Lampung disebut telah aktif berkoordinasi dengan seluruh SMA dan SMK di Lampung, termasuk para kepala sekolah.
"Intinya kami sekarang berkoordinasi aktif dengan seluruh SMA dan SMK, seluruh kepala sekolah. Dalam waktu dekat saya juga akan koordinasi dengan pihak Polres untuk melakukan langkah-langkah antisipasi supaya tidak terjadi tawuran di masa mendatang," lanjutnya.
Sebagai upaya preventif, Disdikbud Lampung juga telah membentuk Satgas Anti Tawuran dan Narkoba di lingkungan sekolah. Satgas tersebut melibatkan para pengurus OSIS sebagai bagian dari pengawasan internal antarsiswa.
"Kita juga sudah membentuk Satgas anti tawuran dan narkoba yang melibatkan anggota OSIS. Nanti akan kita ingatkan kembali supaya mereka bisa lebih mengontrol dan mengawasi teman-temannya yang berpotensi melakukan kegaduhan," ujarnya.
Belakangan ini, aksi tawuran remaja di Lampung memang menjadi sorotan publik. Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah kasus bentrokan antarkelompok remaja terjadi di Bandar Lampung.
Tawuran bahkan kerap dilakukan pada malam hingga dini hari dengan menggunakan senjata tajam dan menyebabkan keresahan masyarakat hingga menimbulkan korban jiwa. (*)

berdikari









