Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 13 Mei 2026

Lima Jam Berjuang, Damkar Bandar Lampung Selamatkan Kerbau 300 Kilogram dari Sumur

Oleh Sri

Berita
Proses pengangkatan sapi 300 kilogram oleh petugas Damkar dibantu warga dari dalam sumur. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung – Suasana dramatis terjadi di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Telukbetung Utara, Selasa (12/5/2026) malam. Seekor kerbau milik warga terperosok ke dalam sumur tua sedalam delapan meter hingga memicu proses evakuasi panjang yang melibatkan tim penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung.

Evakuasi berlangsung selama hampir lima jam karena medan di sekitar lokasi cukup sempit dan curam. Selain itu, bobot kerbau yang diperkirakan mencapai 300 kilogram membuat proses penyelamatan harus dilakukan secara ekstra hati-hati.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan peristiwa itu bermula saat pemilik kerbau bernama Abi (52) hendak memberi makan ternaknya sekitar pukul 17.02 WIB.

Setelah dikeluarkan dari kandang dan diikat di area kebun, tali pengikat kerbau tiba-tiba terlepas. Hewan ternak tersebut kemudian tergelincir karena kondisi tanah yang miring dan jatuh ke dalam sumur tua yang sudah lama tidak digunakan.

“Kerbau tersebut terlepas dari ikatan. Karena kondisi tanah kebun cukup miring, kerbau tergelincir dan jatuh ke sumur sedalam kurang lebih delapan meter,” kata Anthoni, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, sumur tersebut dalam kondisi kering tanpa genangan air. Namun kedalaman sumur serta ukuran tubuh kerbau membuat proses penyelamatan berlangsung cukup sulit dan berisiko.

Mendapat laporan dari warga, Damkarmat Bandar Lampung langsung menerjunkan tujuh personel rescue lengkap dengan satu unit kendaraan penyelamat ke lokasi kejadian.

“Setelah mendapat laporan dari warga, kita langsung menerjunkan tujuh personel beserta satu unit kendaraan rescue ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan berbagai perlengkapan vertical rescue seperti helm keselamatan, tali pengaman, sarung tangan, senter hingga alat penarik khusus untuk mengangkat kerbau dari dasar sumur.

Petugas juga harus memastikan kondisi hewan tetap aman selama proses pengangkatan agar tidak mengalami cedera tambahan. Sementara di sisi lain, keselamatan personel yang turun ke area sumur juga menjadi perhatian utama.

“Evakuasi berlangsung cukup lama karena medan yang sulit dan bobot kerbau cukup berat. Personel harus memastikan proses pengangkatan aman,” ujarnya.

Setelah berjibaku selama kurang lebih lima jam, kerbau akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sekitar pukul 22.35 WIB. Proses penyelamatan itu pun sempat menarik perhatian warga sekitar yang memadati lokasi hingga malam hari.

Warga bahkan ikut membantu memberikan penerangan tambahan agar proses evakuasi berjalan lancar di tengah kondisi minim cahaya.

Anthoni mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menempatkan hewan ternak, terutama di kawasan kebun atau lahan dengan kontur tanah curam dan memiliki sumur maupun lubang terbuka yang berpotensi membahayakan. (*)

Editor Sigit Pamungkas