Berdikari.co, Pringsewu – Upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu kembali diperkuat. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp32,5 miliar untuk melanjutkan pembangunan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Way Sepagasan yang akan menjangkau ribuan warga di tiga kecamatan.
Dimulainya proyek lanjutan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bersama Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, di Lapangan Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Jumat (29/5/2026).
Bupati Riyanto Pamungkas mengatakan pembangunan jaringan pipa sepanjang 66 kilometer akan menghubungkan wilayah Kecamatan Banyumas, Sukoharjo, dan Adiluwih. Proyek tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah yang dilintasi jaringan distribusi.
Menurut Riyanto, selama proses pengerjaan kemungkinan akan terjadi gangguan sementara di sejumlah titik akibat aktivitas pemasangan pipa. Namun ia berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek tersebut karena manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat luas.
"Ini merupakan program untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap warga dapat mendukung agar pekerjaan berjalan lancar dan selesai sesuai target," ujarnya.
Ia menjelaskan, sumber air SPAM Way Sepagasan berasal dari mata air di Kecamatan Pagelaran Utara yang memiliki kualitas baik dan dapat langsung didistribusikan tanpa proses penambahan kaporit maupun bahan kimia lainnya. Selain itu, tarif layanan yang diterapkan juga dinilai cukup terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Lampung, Dolly Agus Setyawan, mengatakan pembangunan SPAM Way Sepagasan telah dimulai sejak tahun 2020. Sebelumnya pemerintah telah membangun jaringan pipa sepanjang 21 kilometer. Dengan tambahan pembangunan 66 kilometer pada tahap lanjutan ini, total panjang jaringan yang terpasang akan mencapai sekitar 87 kilometer hingga wilayah Adiluwih.
Dolly mengungkapkan total investasi pemerintah untuk pembangunan SPAM Way Sepagasan sejak awal proyek telah mencapai sekitar Rp100 miliar. Selain pemasangan jaringan pipa, proyek kali ini juga mencakup pembangunan 100 sambungan rumah (SR) baru dengan target penyelesaian selama 240 hari kerja.
Keunggulan lain dari sistem tersebut adalah posisi sumber air yang berada lebih tinggi dari kawasan permukiman sehingga distribusi dapat mengandalkan gravitasi tanpa memerlukan pompa listrik. Dengan sistem itu, aliran air diproyeksikan dapat mengalir selama 24 jam penuh, bahkan mampu menjangkau bangunan bertingkat di wilayah layanan.
Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri menegaskan pembangunan SPAM Way Sepagasan merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait. Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung pelaksanaan proyek serta mendapatkan informasi yang cukup mengenai manfaat pembangunan yang sedang berlangsung. (*)

berdikari









