Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 03 Juni 2026

Innalillahi, Jemaah Haji Kloter 19 Asal Tanggamus Meninggal di Tanah Suci

Oleh Sayuti

Berita
Jemaah haji asal Kabupaten Tanggamus, Lampung, H. Sarno Sahrudin Darmo, dilaporkan meninggal dunia di Kota Makkah. Foto: Ist

Berdikari.co, Tanggamus - Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Tanggamus, Lampung, H. Sarno Sahrudin Darmo, dilaporkan meninggal dunia di Kota Makkah, Arab Saudi, saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Almarhum yang berasal dari Kecamatan Gisting itu tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Jemaah Haji Lampung Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dan sesama jemaah, H. Sarno menghembuskan napas terakhir pada Selasa (2/6/2026) pukul 18.55 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit An Noor, Makkah, setelah menjalani perawatan medis.

Kepergian almarhum membawa duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat Kecamatan Gisting. Kabar wafatnya dengan cepat menyebar dan memunculkan gelombang doa serta ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan.

Semasa hidupnya, H. Sarno dikenal sebagai sosok yang baik dan religius. Banyak warga mengenangnya sebagai pribadi yang ramah serta aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

Pihak keluarga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan almarhum agar seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya," ungkap keluarga.

Wafatnya H. Sarno saat menunaikan ibadah haji menjadi pengingat bahwa perjalanan ke Tanah Suci merupakan panggilan istimewa yang dijalani dengan penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah SWT.

Banyak pihak berharap almarhum memperoleh husnul khatimah serta predikat haji mabrur atas ibadah yang dijalankannya hingga akhir hayat.

Doa juga mengalir bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum dan menempatkannya di surga terbaik-Nya," demikian doa yang disampaikan keluarga dan masyarakat.

Hingga saat ini, keluarga terus berkoordinasi dengan petugas penyelenggara ibadah haji terkait proses pemakaman dan administrasi jemaah di Tanah Suci. (*)

Editor Sigit Pamungkas